Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Tim Balap Ferrari Frederic Vasseur mengatakan menyoroti masalah keandalan yang memengaruhi performa mereka sepanjang Formula 1 musim 2023.
"Kami mempunyai masalah keandalan. Tapi secara keseluruhan, kami juga menunjukkan progres positif di balapan terakhir (GP Abu Dhabi)," kata Vasseur seperti dilansir dari Antara.
Adapun sejauh ini, Ferrari hanya membukukan satu kemenangan yang diraih oleh Carlos Sainz di Singapura, serta total tujuh podium dalam 11 balapan.
Menyoroti akhir musim mereka di Abu Dhabi, Vasseur merasa tim melewatkan sejumlah momentum dan peluang. Meski demikian, ia tetap yakin bahwa dengan terus berusaha, ia dan tim bisa kembali tampil kompetitif atau bahkan mematahkan dominasi Red Bull.
Baca juga: Russell Yakin Mercedes Bisa Bangkit dan Kompetitif pada Musim 2024
"Jika melihat tiga atau empat balapan terakhir, kami selalu berada di baris pertama, kami bertarung dengan Red Bull, dan kami harus menjaga momentum ini untuk tahun depan," ujar dia.
Pria yang pindah dari Alfa Romeo ke Ferrari itu pun tak menampik bahwa ia memiliki tekanan tersendiri untuk memimpin salah satu tim favorit di grid F1 tersebut.
"Saya pikir tingkat ekspektasinya agak terlalu tinggi pada awalnya dan ketika kami tiba di Bahrain semuanya cukup baik, tapi kemudian di Jeddah dan seterusnya menjadi sulit. Kami mengalami momen yang cukup sulit pada periode musim ini," kata Vasseur.
Baca juga: Verstappen Sebut Red Bull Miliki Banyak Pengembangan Mobil
Vasseur pun menyimpulkan masalah keandalan yang ia sebutkan di awal berdampak pada konsistensi para pembalap sepanjang tahun ini. Sehingga, hal itu lah yang ingin ia dan tim perbaiki pada musim mendatang.
"Saya pikir secara keseluruhan, ini lebih merupakan masalah keandalan. Ada ruang untuk perbaikan di tahun depan, tapi saya tidak ingin terlalu optimistis. Namun, jika dilihat dari akhir musim ini, saya pikir kami harus membangun dinamika ini," kata Vasseur.
Ia melanjutkan, akhir positif bagi Ferrari pada 2023 akan menjadi sebuah dorongan ekstra bagi tim yang ingin mengakhiri puasa gelar selama 15 tahun. 2008 menandai kemenangan terakhir mereka di klasemen konstruktor, sementara 2007 merupakan kemenangan terakhir pembalap mereka bersama Kimi Raikkonen.
"Kita harus membuahkan hasil, itu adalah satu-satunya motivasi," ujar pria asal Prancis itu. (Z-6)
Di serial dokumenter Netflix, Formula 1: Drive to Survive, Horner membantah keras spekulasi yang menyebut bahwa Max Verstappen dan pihak manajemennya menjadi dalang di balik pemecatannya.
Di Mercedes, Theo Pourchaire akan bekerja dalam ekosistem yang kompetitif bersama George Russell dan Kimi Antonelli.
Lewis Hamilton menilai karakteristik mobil saat ini memberikan ruang lebih bagi pembalap untuk melakukan koreksi saat terjadi kesalahan di lintasan.
BALAPAN Formula 1 (F1) musim 2026 diprediksi akan menghadirkan drama dan kekacauan menyusul penerapan regulasi teknis serta mesin yang drastis. Ini kata Charles Leclerc.
Mulai musim 2026, Circuit de Barcelona-Catalunya tidak lagi memegang titel GP Spanyol, menyusul kepindahan status tersebut ke Madrid.
Red Bull Ford Powertrains langsung dinilai sebagai paket mesin terkuat jelang era regulasi 2026 setelah data uji coba pramusim di Bahrain menunjukkan keunggulan performa.
Carlos Sainz mengamankan posisi ketiga setelah finis di belakang pembalap Red Bull Max Verstappen dan pembalap Mercedes George Russell di GP Azerbaijan yang berlangsung di Sirkuit Baku.
Carlos Sainz merasa telah menyesuaikan sejumlah kultur dan gaya kerja di Williams meski ia merasa terdapat perbedaan mencolok antara timnya sebelumnya dengan yang saat ini.
Semangat itu muncul ketika Carlos Sainz dan Alexander Albon menjajal FW47 untuk pertama kalinya dalam uji coba di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Desember lalu.
Carlos Sainz menggantikan Sebastian Vettel sebagai rekan setim baru Charles Leclerc di Ferrari itu pada 2021.
Carlos Sainz mengakui sempat sakit hati karena Ferrari tidak memperpanjang kontraknya dan malahan menggaet juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton untuk berlaga di Formula 1 musim 2025.
Carlos Sainz, kini, menempati peringkat kelima klasemen dengan 240 poin. Verstappen, yang finis posisi keenam di Meksiko, masih berada di puncak dengan 362 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved