Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MARC Marquez mengatakan ingin mengakhiri musim MotoGP 2023 dengan "intensitas" yang sama seperti yang ia tunjukkan di Grand Prix Thailand menjelang peralihannya ke Ducati tahun depan.
"Keputusan sudah dibuat. Sekarang, seperti yang Anda lihat, saya lebih bebas. Saya hanya mengendarai motor dan tak peduli dengan apa pun. Yang saya cari adalah menjaga intensitas di balapan-balapan terakhir ini," kata Marc (1/11).
"Oke, hasilnya bisa lebih baik atau lebih buruk. Tapi mencoba menjaga intensitas ini dalam berkendara [adalah yang saya inginkan] karena dengan begini, ketika saya pergi ke proyek baru, saya akan memiliki kecepatan. Cukup, saya tidak tahu. Tapi setidaknya saya akan siap," imbuhnya.
Baca juga: Marc Marquez Bantah Membalap tanpa Gaji di Gresini Racing
Perjuangan untuk menjaga intensitas balapan, lanjut Marc, juga diperlukan untuk meningkatkan performa Honda. Ia juga mengatakan menyerang adalah satu-satunya strategi bagi Honda untuk dapat kompetitif di akhir-akhir putaran musim ini.
Berbicara soal GP Thailand, Marc mengaku hampir saja memilih ban dengan kompon lembut. Akan tetapi, akhirnya dia memilih untuk menggunakan kompon keras saat balapan.
Baca juga: Performa Belum Kembali, Marquez Pesimistis Masih bisa Bersaing di Sisa Musim Balapan
Walaupun, pemilihan ban keras tersebut mengakibatkan berkurangnya daya cengkeram dan menyulitkan di beberapa tikungan.
"Saya mencoba untuk menyerang di awal karena saya segera menyadari bahwa jika saya tidak menyerang, setiap kali saya keluar dari Tikungan 1 ke Tikungan 3, satu motor menyalip saya. Jadi, saya berkata 'OK, cara terbaik untuk bertahan adalah dengan menyerang'. Dan cara menyerang dengan motor kami adalah dengan titik pengereman," sebutnya.
Marc tampil cukup baik dengan Honda akhir pekan lalu di Thailand, finis keempat di sprint dan ketujuh di grand prix, yang kemudian menjadi urutan keenam setelah penalti untuk Aleix Espargaro.
Marquez kini hanya menyisakan tiga putaran lagi bersama Honda sebelum pindah ke skuat Gresini Ducati untuk 2024, dengan HRC mengkonfirmasi akhir pekan lalu bahwa ia akan diizinkan untuk menguji motor di Valencia pada 28 November.
Namun sebelum berangkat, ia mengatakan bahwa ingin terus berusaha keras seperti yang dilakukan pada GP Thailand untuk memastikan masih memiliki kecepatan untuk memulai kehidupan di Gresini nanti. (Motorspor/Ndf/Z-7)
Toprak Razgatlioglu, bintang balap asal Turki yang baru saja menyandang gelar Juara Dunia WSBK 2025, resmi memperkenalkan diri sebagai penggawa anyar tim Prima Pramac Yamaha.
Franco Morbidelli mencatat bahwa meskipun musim lalu memberikan banyak pelajaran positif, terutama di paruh pertama, masih ada celah besar yang harus ditutupi oleh tim teknis.
Desain livery Ducati Desmosedici GP untuk musim ini dikerjakan oleh Aldo Drudi dari Drudi Performance.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Saat ini, kalender balap MotoGP dinilai masih sangat didominasi oleh pasar Eropa, dengan 14 dari 22 seri balapan masih dilangsungkan di Benua Biru tersebut.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved