Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MARC Marquez mengatakan ingin mengakhiri musim MotoGP 2023 dengan "intensitas" yang sama seperti yang ia tunjukkan di Grand Prix Thailand menjelang peralihannya ke Ducati tahun depan.
"Keputusan sudah dibuat. Sekarang, seperti yang Anda lihat, saya lebih bebas. Saya hanya mengendarai motor dan tak peduli dengan apa pun. Yang saya cari adalah menjaga intensitas di balapan-balapan terakhir ini," kata Marc (1/11).
"Oke, hasilnya bisa lebih baik atau lebih buruk. Tapi mencoba menjaga intensitas ini dalam berkendara [adalah yang saya inginkan] karena dengan begini, ketika saya pergi ke proyek baru, saya akan memiliki kecepatan. Cukup, saya tidak tahu. Tapi setidaknya saya akan siap," imbuhnya.
Baca juga: Marc Marquez Bantah Membalap tanpa Gaji di Gresini Racing
Perjuangan untuk menjaga intensitas balapan, lanjut Marc, juga diperlukan untuk meningkatkan performa Honda. Ia juga mengatakan menyerang adalah satu-satunya strategi bagi Honda untuk dapat kompetitif di akhir-akhir putaran musim ini.
Berbicara soal GP Thailand, Marc mengaku hampir saja memilih ban dengan kompon lembut. Akan tetapi, akhirnya dia memilih untuk menggunakan kompon keras saat balapan.
Baca juga: Performa Belum Kembali, Marquez Pesimistis Masih bisa Bersaing di Sisa Musim Balapan
Walaupun, pemilihan ban keras tersebut mengakibatkan berkurangnya daya cengkeram dan menyulitkan di beberapa tikungan.
"Saya mencoba untuk menyerang di awal karena saya segera menyadari bahwa jika saya tidak menyerang, setiap kali saya keluar dari Tikungan 1 ke Tikungan 3, satu motor menyalip saya. Jadi, saya berkata 'OK, cara terbaik untuk bertahan adalah dengan menyerang'. Dan cara menyerang dengan motor kami adalah dengan titik pengereman," sebutnya.
Marc tampil cukup baik dengan Honda akhir pekan lalu di Thailand, finis keempat di sprint dan ketujuh di grand prix, yang kemudian menjadi urutan keenam setelah penalti untuk Aleix Espargaro.
Marquez kini hanya menyisakan tiga putaran lagi bersama Honda sebelum pindah ke skuat Gresini Ducati untuk 2024, dengan HRC mengkonfirmasi akhir pekan lalu bahwa ia akan diizinkan untuk menguji motor di Valencia pada 28 November.
Namun sebelum berangkat, ia mengatakan bahwa ingin terus berusaha keras seperti yang dilakukan pada GP Thailand untuk memastikan masih memiliki kecepatan untuk memulai kehidupan di Gresini nanti. (Motorspor/Ndf/Z-7)
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, menilai prototipe RC213V versi 2026 sebagai paket motor terbaik yang pernah ia tunggangi sejak bergabung dengan pabrikan asal Jepang tersebut.
CHOCOLATOS, pemimpin merek wafer stick dan minuman cokelat kemasan saset dari PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), secara resmi menjadi sponsor tim BK8 Gresini Racing di MotoGP.
Kabar mengenai kepindahan Fabio Quartararo mencuat setelah adanya laporan yang menyebutkan ia telah menyepakati kontrak berdurasi dua tahun bersama Honda.
Karakter Marco Bezzecchi yang ceria namun penuh determinasi sangat cocok dengan semangat yang diusung oleh tim Aprilia Racing.
CEO Honda Racing Corporation (HRC), Koji Watanabe, menegaskan bahwa musim 2026 bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved