Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memetik pengalaman berharga pada debut mereka sebagai pasangan baru di BWF World Tour Finals.
Meski tersisih di babak grup, sebagai pasangan baru mereka bersyukur bisa sejauh ini. Serta, bertekad untuk terus meningkatkan kualitas menatap musim turnamen pada tahun depan.
"Kita sudah tahu level kita sudah di mana. Ke depan, kita harus fokus kepada diri sendiri bagaimana caranya untuk mau menang di setiap turnamen," jelas Apriyani.
Baca juga: Gregoria dan Apriyani/Siti Terhenti di Babak Grup
"Harapannya, kita bisa terus mengembangkan hal positif yang kita sudah dapat tahun ini. Bisa sehat terus tanpa cedera. Tahun depan ingin lebih baik," imbuhnya.
Pada laga yang berlangsung di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (9/12), Apriyani/Siti terganjal seusai menelan kekalahan dua gim langsung 16-21, 16-21 dari wakil Tiongkok, yakni Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Sempat sengit di awal laga, Apriyani/Siti memberi perlawanan. Namun, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dengan tempo permainan cepat seakan tak terbendung. Atas kekalahan itu, Apriyani/Siti tersisih dan gagal ke semifinal.
Adapun, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan lolos sebagai juara Grup B. Apriyani/Siti merasa sudah memberikan yang terbaik, sayangnya Chen/Jia memang lebih siap.
Baca juga: Menpora Minta Lifter Muda Teladani Eko Yuli Irawan
"Hasilnya memang belum maksimal tapi saya dan kak Apri sudah mencoba mengeluarkan seluruh kemampuan. Namun, memang harus diakui lawan lebih siap dan safe hari ini," ungkap Fadia.
"World Tour Finals pertama bagi saya adalah sebuah pengalaman berharga. Bertanding melawan pemain top-top dunia dengan format yang berbeda dari biasanya," sambungnya.
Di sektor tunggal putri, perjuangan Gregoria Mariska Tunjung pun harus terhenti di fase grup. Gregoria tersisih setelah pada laga pemungkas Grup A kalah dari wakil Jepang, yakni Akane Yamaguchi, dengan skor 15-21, 21-13, 18-21.(OL-11)
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Kepastian tiket babak 32 besar Ruichang Tiongkok Masters didapat Taufik/Apriyani usai memenangi duel melawan sesama wakil Merah Putih, Daniel Edgar Marvino/Lanny Tria Mayasari.
Rachel/Febi menyerah di tangan pasangan Tiongkok Bao Li Jing/Luo Xu Min di putaran pertama Swiss Terbuka dengan skor 9-21 dan 19-21.
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
Persaingan di World Tour Finals sangat ketat karena diikuti delapan pasangan terbaik dunia.
Jonatan Christie akan berhadapan dengan wakil Prancis, Christo Popov, di laga BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou Olympic Sports Expo Center, Jumat (19/12).
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
Jafar/Felisha dipaksa menyerah dua gim langsung, 18-21 dan 16-21 dari pasangan Tiongkok Tiongkok, Feng Zhe/Huang Ping.
Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, pada laga pembuka Grup A BWF World Tour Finals 2025.
Bertanding di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (17/12), pemain yang akrab disapa Jojo itu harus menyerah dua gim langsung 10-21 dan 14-21 dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved