Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Takluk di Laga Pembuka BWF World Tour Finals 2025, Jonatan Christie Akui Tampil tidak Maksimal

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 06:05
Takluk di Laga Pembuka BWF World Tour Finals 2025, Jonatan Christie Akui Tampil tidak Maksimal
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie(X @INABadminton)

TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia Jonatan Christie mengakui penampilannya jauh dari kata maksimal saat melakoni laga perdana Grup A BWF World Tour Finals 2025. 

Bertanding di Hangzhou, Tiongkok, Rabu (17/12), pemain yang akrab disapa Jojo itu harus menyerah dua gim langsung 10-21 dan 14-21 dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Kekalahan ini meninggalkan catatan evaluasi yang cukup mendalam bagi Jojo. Ia mengakui bahwa strategi dan eksekusi di lapangan tidak berjalan sesuai harapan saat menghadapi ketangguhan Kunlavut yang saat ini menduduki peringkat dua dunia.

Fokus pada Ketelitian dan Kesabaran

Usai laga, Jonatan mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama kekalahannya adalah kesulitan mengimbangi aspek nonteknis lawan. Kunlavut dinilai bermain dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, yang memaksa Jojo sering melakukan kesalahan sendiri.

"Hari ini saya akui permainan saya belum maksimal," ujar Jonatan melalui keterangan resmi PBSI.

Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menyebut bahwa kesabaran Kunlavut menjadi tembok besar yang sulit ditembus. Hal ini diperburuk dengan ketidakmampuan dirinya untuk menjaga konsistensi dalam reli-reli panjang yang melelahkan.

"Bola saya banyak mati sendiri. Kemudian, pada beberapa momen reli, saya kurang sabar. Saya pun salah dalam memilih pukulan sehingga poin-poinnya lepas. Saya rasa itu menjadi evaluasi utama saya," kata Jojo menjelaskan titik lemahnya dalam laga tersebut.

Kalah Kecepatan di Lapangan

Selain masalah akurasi dan kesabaran, Jonatan menyoroti perbedaan kecepatan antara dirinya dan sang lawan. Pergerakan Kunlavut yang efisien membuatnya mampu mengontrol jalannya pertandingan sejak gim pertama dimulai. 

Jojo mengakui bahwa dirinya tertinggal satu langkah dalam mengantisipasi serangan maupun pengembalian bola dari Vitidsarn.

Menatap Laga Penentuan

Akibat kekalahan ini, Jonatan kini menempati posisi keempat dalam klasemen sementara Grup A. Mengingat hanya dua pemain terbaik yang berhak lolos ke babak semifinal, Jojo tidak memiliki pilihan lain selain memenangkan laga berikutnya.

Evaluasi atas kesalahan pemilihan pukulan dan manajemen kesabaran harus segera ia tuntaskan sebelum menghadapi Anders Antonsen pada Kamis (18/12). 

Kemenangan di laga kedua menjadi syarat mutlak bagi Jojo untuk menjaga asa Indonesia di sektor tunggal putra, setelah dua wakil lainnya, Putri Kusuma Wardani dan pasangan Jafar/Felisha, juga meraih hasil serupa di hari pembuka. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya