Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Kram Otot dan Stamina Jadi Evaluasi Ubed Usai Tersingkir di Swiss Terbuka

Basuki Eka Purnama
12/3/2026 09:14
Kram Otot dan Stamina Jadi Evaluasi Ubed Usai Tersingkir di Swiss Terbuka
Tunggal putra Indonesia Muhammad Zaki Ubaidillah(X @INABadminton)

LANGKAH tunggal putra bulu tangkis Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, terhenti di putaran pertama Swiss Terbuka 2026. Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim di St. Jakobshalle, Basel, Kamis (12/3).

Ubed menyerah dengan skor ketat 22-24, 21-16, dan 16-21. 

Meski mampu memberikan perlawanan hingga gim penentu, pemain muda Indonesia ini mencatatkan evaluasi penting terkait ketahanan fisik dan kefokusan di poin-poin tua.

"Li Shi Feng lebih siap dan lebih tahan di poin-poin akhir. Ini jadi pelajaran dan evaluasi buat saya untuk bisa lebih tahan dan lebih fokus," ujar Ubed dalam keterangan resmi yang dirilis PBSI, Kamis (12/3).

Kendala Fisik di Gim Penentu

Pertandingan ini menandai pertemuan perdana antara Ubed dengan atlet peringkat tujuh dunia tersebut. 

Sejak gim pertama, Ubed sebenarnya mampu mengimbangi gaya permainan Li Shi Feng. Namun, memasuki fase krusial di gim ketiga, kendala fisik mulai muncul dan mengganggu pergerakan di lapangan.

Ubed mengakui kondisinya tidak maksimal akibat mengalami kram pada bagian betis dan paha. Masalah otot ini sangat memengaruhi mobilitasnya, terutama saat intensitas pertandingan meningkat di gim pamungkas. 

Situasi tersebut bahkan membuat Ubed sempat menghampiri wasit untuk melaporkan kondisi pahanya yang mulai bermasalah.

"Saya sudah siap untuk main capek dan adu tahan, tapi hari ini belum beruntung," tambah Ubed.

Evaluasi Ritme dan Fokus

Secara teknis, Ubed mengaku telah mempelajari gaya permainan Li Shi Feng sebelum turun ke lapangan. Strategi untuk meladeni reli-reli panjang sudah dipersiapkan, namun kehilangan ritme di saat-saat menentukan menjadi pembeda hasil akhir.

Kekalahan ini menjadi catatan besar bagi Ubed untuk meningkatkan kapasitas stamina agar tetap stabil dalam durasi pertandingan yang lama. Menghadapi pemain top dunia menuntut konsistensi fisik yang prima dari awal hingga akhir laga, sesuatu yang menjadi titik lemah Ubed dalam turnamen kali ini.

Dengan hasil ini, Indonesia kehilangan satu wakil di sektor tunggal putra Swiss Terbuka 2026. Fokus kini beralih pada pemulihan fisik Ubed dan evaluasi mendalam bersama tim pelatih untuk turnamen-turnamen berikutnya di tur Eropa. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya