Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DOMINASI penunggang Ducati di papan atas Moto-GP merepotkan sang juara bertahan Fabio Quartararo (Yamaha). Ducati pun disebut-sebut berpeluang memainkan strategi team order untuk membantu Francesco Bagnaia yang kini hanya terpaut 10 poin dari Quartararo.
Namun, Bagnaia menegaskan tak menginginkan team order untuk membantunya meraih kemenangan pada GP Jepang di Sirkuit Motegi demi merebut posisi puncak klasemen menyalip Quartararo. Dia lebih memilih persaingan yang wajar meski soal team order bukan wilayahnya membuat keputusan.
"Saya rasa saya tidak perlu bantuan untuk berada di depan. Saya lebih suka menang di trek dan bukan karena seseorang membiarkan saya lewat," ucap Bagnaia.
"Tapi bagaimanapun, saya tidak berada di dalam keputusan ini. Itu adalah sesuatu yang pasti saya katakan keinginan saya, yaitu membiarkan saya melakukan apa yang saya inginkan," imbuhnya.
Bagnaia sebenarnya berpeluang menipiskan jarak dari Quartararo lima poin jika ia mampu menang di Aragon pekan lalu. Namun, persaingan sengit hingga lap terakhir dengan sesama penunggang Ducati, Enea Bastianini (Gresini Racing), membuatnya harus puas finis di tempat kedua.
Ducati sejauh ini menyatakan tak akan mengintervensi persaingan sesama penunggang Desmosedici yang mewakili empat tim berbeda. Di peringkat enam besar klasemen saat ini ada empat pembalap dari tim pabrikan maupun satelit Ducati.
Baca juga: Quartararo Yakin Bisa Maksimal di Motegi
"Jika mereka (tim) memutuskan sesuatu yang berbeda, itu tidak ada hubungannya dengan saya. Jadi, saya akan balapan, saya akan mencoba untuk berada di depan dan saya akan mencoba untuk menang. Ini akan menjadi tujuan utama saya seperti yang saya lakukan di Misano dan di Aragon," ucap Bagnaia.
Di sisi lain, Bastianini mengatakan tak ada instruksi apa pun dari tim untuk membantu Bagnaia menang di Motegi. Di Gresini, ujar Bastianini, situasinya sedang tenang-tenang saja.
"Perasaan saya baik dan saya pikir juga Ducati menginginkan ini (persaingan biasa) untuk saat ini. Saya belum mendapat team order untuk saat ini dan kita akan melihat apa yang terjadi jika Pecco (Bagnaia) ada di depan," ucapnya.
Bastianini sebelumnya sudah menegaskan bertekad untuk terus kompetitif jelang hingga akhir musim ini setelah mampu naik podium beruntun di San Marino dan Aragon. Dia mengincar poin sebanyak-banyaknya di Motegi yang sekarang terpaut 48 poin dari Quartararo.
"Saya lebih dekat sekarang dalam hal kejuaraan (klasemen) tetapi untuk saat ini hanya ada satu hal, saya harus melakukan 100% untuk menjadi cepat (di Motegi)," ucapnya. (OL-4)
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved