Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia harus menelan pil pahit pulang dengan tangan hampa dari ajang All England. Bukan karena kalah tetapi karena harus dipaksa melakukan isolasi mandiri selama 10 hari akibat salah satu penumpang pesawat yang ditumpangi kontingen Indonesia ada yang positif covid-19.
Atas hal tersebut National Health Service (NHS) mewajibkan seluruh penumpang untuk isolasi mandiri selama 10 hari, meski hasil tes terakhir yang dilakukan BWF menunjukkan negatif bagi seluruh peserta kontingen Indonesia.
Dalam rilis dari BWF tertanggal 17 Maret menyebutkan hasil test yang mereka lakukan dinyatakan tidak konklusif dan tidak dapat menjadi dasar dengan sejumlah pihak dinyatakan positif covid-19.
Tujuh orang yang hasil swabnya dinyatakan positif dalam tes berasal dari Denmark, Thailand dan India. Tes itu sendiri dilangsungkan oleh panitia BWF atau panitia All England di hotel. Hasil tersebut membuat ditundanya pelaksanaan manager meeting dan berdampak kepada mundurnya jadwal all england.
Namun hasil tes tersebut dinyatakan tidak konklusif dan kemudian dilakukan tes ulang. Uniknya dites ulang tersebut para peserta yang positif mendadak menjadi negatif dan dapat mengikuti turnamen.
"Investigasi terhadap pengujian dan proses laboratorium dilakukan menyusul sejumlah hasil yang positif dan tidak meyakinkan. Ini dilakukan dengan berkonsultasi dengan perwakilan dari Public Health England dan perusahaan pengujian swasta yang terlibat," demikian pernyataan BWF.
"Semua hasil positif dan tidak meyakinkan diuji ulang setelah keraguan yang cukup muncul atas keakuratan batch asli tes yang diajukan oleh Badminton Inggris.Hasil tes ulang dianggap akurat dan sesuai untuk digunakan oleh NHS hari ini, dengan semua individu yang mengembalikan tes yang tidak meyakinkan atau positif sebelumnya sekarang negatif untuk covid-19 dan diizinkan untuk melanjutkan partisipasi mereka dalam turnamen.”
Kontingen Indonesia sendiri mendapatkan hasil negatif di seluruh tes tersebut. Namun dikarenakan 24 peserta dari 27 orang mendapatkan email dari NHS, kontingen Indonesia dipaksa melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Padahal seluruh pemain Indonesia yang telah berlaga pada pertandingan pertama telah menang dan lolos ke babak selanjutnya. Kontan keputusan tersebut membuat kecewa seluruh atlet Indonesia.
Marcus Fernaldi Gideon pun menumpahkan rasa kecewanya melalui akun instagramnya. Ia menyatakan para kontingen Indonesia diperlakukan tidak adil oleh pemerintah Inggris.
"Ada tujuh kasus positif yang kemudian di tes lagi dan hasilnya negatif. Jadi mengapa kami tidak mendapatkan keadilan yang sama. Jika memang ada aturan ketat untuk memasuki Inggris, seharusnya BWF menggunakan sistem bubble dengan menjalani masa karantina sebelum kegiatan," ungkap Marcus.
"Agar adil penumpang yang dinyatakan positif itu pun harus dites kembali, karena sejujurnya kami tidak memiliki keyakinan akan tes covid-19 yang mereka jalankan. Sebab tujuh kasus positif dapat berubah menjadi negatif hanya dalam satu hari," tegas Marcus.
Keanehan lainnya terjadi dengan adanya atlet asal Turki Neslihan Yigit dan pelatihnya yang juga satu pesawat dengan atlet Indonesia namun tetap dapat bermain. Hal tersebut dibenarkan oleh tim humas PBSI akan keberadaan sang atlet tersebut di pesawat yang sama.
baca juga: KBRI London Terus Lobi Agar Tim Indonesia Main di All England
Atas keputusan NHS tersebut pihak BWF pun tidak mengambil langkah apa pun dan terkesan lepas tangan atas treatment yang terjadi bagi kontingen Indonesia. Hal ini dikritisi seluruh atlet bulutangkis Indonesia yang berlaga di Inggris meminta agar BWF tidak lepas tangan dan bertanggung jawab.
Pihak pemerintah melalui Menteri Luar Negeri telah menginstruksikan agar KBRI di Inggris untuk untuk pastikan tidak ada diskriminasi dan unfair treatment terhadap partisipasi atlit bulutangkis Indonesia pada turnamen All England tersebut. (OL-3)
Di final Swiss Terbuka, Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan Supanida Katethong dalam permainan dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21.
Tunggal putra bulu tangkis Indonesia Alwi Farhan takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di final Swiss Terbuka
Anthony Sinisuka Ginting menilai bahwa persaingan di sektor tunggal putra Swiss Terbuka tahun ini sangat sengit.
Menghadapi unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shi Feng, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu harus mengakui keunggulan lawan melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7 atas pasangan Inggris Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen.
Kepastian tiket babak 32 besar Ruichang Tiongkok Masters didapat Taufik/Apriyani usai memenangi duel melawan sesama wakil Merah Putih, Daniel Edgar Marvino/Lanny Tria Mayasari.
Catatan terbaik Indonesia di All England dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang mencapai babak semifinal.
Mereka menilai kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka yang baru pertama kali tampil di turnamen Super 1000.
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan pada All England 2026 dengan menembus babak semifinal.
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026 setelah memenangi laga derbi kontra rekan senegara
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil melaju ke babak 16 besar All England 2026
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan memastikan langkah ke babak 16 besar All England 2026 setelah meraih kemenangan dramatis atas wakil India Ayush Shetty pada babak 32 besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved