Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Raymond/Joaquin Ambil Pelajaran Berharga dari Semifinal All England

Dhika Kusuma Winata
08/3/2026 20:10
Raymond/Joaquin Ambil Pelajaran Berharga dari Semifinal All England
Ganda putra Raymond/Joaquin(Doc PBSI)

GANDA putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memetik banyak pelajaran setelah langkah mereka terhenti di semifinal All England 2026. Pasangan muda tersebut kalah dari juara dunia sekaligus peringkat satu Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Pada laga semifinal di Utilita Arena Birmingham, Minggu (8/3), Raymond/Joaquin kalah dengan skor 19-21, 13-21. 

Mereka menilai kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mereka yang baru pertama kali tampil di turnamen Super 1000. Pasalnya, sepanjang turnamen Raymond/Joaquin bisa menjajal lawan-lawan top yang berpengalaman tinggi.

“Puji Tuhan pertandingan berjalan lancar walaupun tadi tidak menang. Di gim pertama kami sudah unggul tapi tapi konsentrasinya kurang jadi lawan bisa membalikkan keadaan. Mereka punya kekuatan yaitu bisa tampil konsisten terutama di poin-poin akhir,” kata Raymond.

“Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga," tambahnya.

Pertandingan berlangsung sengit, khususnya pada gim pertama. Raymond/Joaquin mampu memberikan tekanan melalui permainan cepat dan sempat memimpin perolehan angka. Namun pasangan unggulan pertama dunia itu tampil lebih stabil saat memasuki poin-poin krusial.

Pada gim kedua, duel sempat berjalan cukup ketat di awal. Akan tetapi Kim/Seo mampu mengendalikan ritme pertandingan dan menjaga selisih poin hingga akhirnya memastikan kemenangan.

Sementara itu, Joaquin mengakui lawan tampil lebih siap dalam pertandingan tersebut. Ia juga mengungkapkan menghadapi pasangan peringkat satu dunia memberi banyak pembelajaran bagi mereka.

“Pada awalnya kami berpikirnya sama-sama di lapangan, sama-sama punya chance untuk menang, sama-sama punya kans hanya tergantung memang siapa yang lebih siap. Dan hari ini kami mengakui kekalahan kami, mereka lebih siap hari ini," ucap Joaquin.

“Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Mereka dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Puji Tuhan senang bisa kesampaian lawan mereka. Kim/Seo dengan kekonsistenannya, benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir. Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa kami bisa lebih baik ke depannya.”

Meski gagal melangkah ke final, pasangan muda Indonesia tersebut merasa hasil semifinal menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri di turnamen berikutnya.

“Tentu pasti hal ini membuat kami jadi lebih percaya diri dengan semifinalis ini. Ke depan ini tidak boleh dijadikan beban, Kami mau dibawa enjoy saja. Dan mohon dukungannya dari rakyat Indonesia agar kami bisa terus berkembang dan berprestasi,” pungkas Joaquin. (Dhk)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya