Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Alwi Farhan Akui Antiklimaks di Final Swiss Terbuka 2026

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 03:45
Alwi Farhan Akui Antiklimaks di Final Swiss Terbuka 2026
Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan usai menjadi runner-up Swiss Terbuka.(X @INABadminton)

TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Alwi Farhan, harus puas menempati posisi runner-up turnamen Swiss Terbuka 2026. Alwi mengakui penampilannya di partai puncak berlangsung antiklimaks setelah takluk dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, pada laga final yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, Minggu (15/3) waktu setempat.

Dalam pertandingan tersebut, Alwi, yang datang sebagai unggulan keenam, gagal membendung dominasi lawan. Alwi menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 12-21. 

Meski gagal naik podium tertinggi, atlet muda Indonesia ini tetap mensyukuri pencapaiannya sepanjang pekan di Basel.

“Pasti bersyukur, ini minggu yang luar biasa dan tidak gampang juga karena banyak tantangan yang harus saya lewati. Sayang sekali di partai final saya merasa antiklimaks, tapi saya mengakui Yushi bermain lebih baik,” ujar Alwi melalui keterangan resmi PP PBSI.

Kendala Pemulihan Fisik

Alwi mengungkapkan bahwa faktor kebugaran menjadi salah satu pemicu utama menurunnya performa di laga final. 

Jadwal pertandingan semifinal yang berlangsung hingga malam hari sebelumnya membuat waktu pemulihan (recovery) menjadi sangat terbatas bagi atlet berusia 20 tahun tersebut.

Kondisi fisik yang tidak lagi berada di level 100% diakui sangat memengaruhi pergerakan dan fokusnya di lapangan. 

Walaupun telah mencoba memberikan perlawanan maksimal, Alwi merasa tubuhnya tidak merespons dengan optimal sebagaimana laga-laga sebelumnya.

“Saya merasa kurang bisa recovery lebih bagus saja setelah laga semifinal tadi malam. Saya akan kembali lebih kuat dan mencoba di lain kesempatan,” tutur Alwi menjelaskan kendala yang dihadapinya.

Pelajaran Berharga dari Tur Eropa

Meski gelar juara belum berhasil dibawa pulang ke Tanah Air, Alwi menekankan bahwa pengalaman bertanding di Eropa dalam dua pekan terakhir merupakan aset penting bagi perkembangan kariernya. 

Ia menilai intensitas persaingan di Swiss Terbuka yang berlevel Super 300 tetap memberikan tekanan tinggi, hampir serupa dengan turnamen All England 2026 berlevel Super 1000 yang ia ikuti sepekan sebelumnya.

Pengalaman menghadapi lawan-lawan tangguh dengan kondisi fisik yang terkuras memberikan pelajaran bagi Alwi tentang pentingnya menjaga konsistensi di level senior. 

Turnamen ini menjadi bukti bahwa kesiapan fisik dan kecepatan pemulihan adalah faktor kunci yang setara dengan teknik di lapangan.

“Dengan kondisi yang sudah tidak 100% saya tetap mencoba berusaha. Pengalaman untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya