Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Amankan Mudik Jatim, Modifikasi Cuaca BMKG Pangkas Hujan Lebat hingga 70 Persen

Ficky Ramadhan
20/3/2026 15:17
Amankan Mudik Jatim, Modifikasi Cuaca BMKG Pangkas Hujan Lebat hingga 70 Persen
ilustrasi(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

POTENSI cuaca ekstrem di Jawa Timur selama periode 11–20 Maret 2026 mendorong langkah mitigasi aktif dari berbagai pihak. Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, wilayah ini diprakirakan mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.

Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif. Situasi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir hingga tanah longsor, terutama di tengah periode arus mudik Lebaran 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini berlangsung pada 16-25 Maret 2026 dan dipusatkan di Posko Lanudal Juanda, dengan fokus mengendalikan curah hujan di wilayah rawan.

Supervisi BMKG, Alif Kurniawan mengungkapkan bahwa dalam tiga hari pertama pelaksanaan, tim telah menjalankan tujuh sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit. Sebanyak 6.800 kilogram bahan semai digunakan, terdiri dari 1.000 kg NaCl dan 5.800 kg CaO yang disebarkan ke awan potensial di wilayah Jawa Timur.

“Langkah aktif ini terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi,” ujar Alif.

Hasil evaluasi sementara menunjukkan dampak signifikan. Intensitas hujan lebat tercatat menurun hingga sekitar 70%, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan pun menjadi lebih terkendali dan cenderung berada pada kategori ringan, sehingga meminimalkan gangguan pada jalur mudik.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang meninjau langsung pelaksanaan operasi di Lanudal Juanda, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim. Ia menilai penggunaan teknologi modifikasi cuaca menjadi bukti konkret efektivitas pendekatan berbasis sains dalam melindungi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa strategi penyemaian dilakukan berdasarkan analisis radar cuaca real-time WOFI. Ia menyebutkan bahwa bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan, sedangkan NaCl disemaikan pada awan di wilayah laut agar hujan turun lebih awal sebelum mencapai daratan.

BMKG memprakirakan potensi hujan di Jawa Timur masih akan berlangsung hingga 23 Maret 2026. Pada 19-20 Maret, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Adapun pada 21–23 Maret, kondisi umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang, meski masih terdapat potensi hujan lebat di beberapa titik.

Pemerintah mengimbau para pemudik untuk tetap waspada dan rutin memantau kanal informasi resmi BMKG demi keamanan selama perjalanan Idul Fitri 1447 Hijriah. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik