Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk kembali menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman curah hujan ekstrem. Keputusan tersebut akan diambil secara presisi berdasarkan data harian yang dipasok oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa laporan cuaca dari BMKG menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah intervensi di langit Jakarta.
“Setiap hari data dari BMKG kita terima. Kalau memang curah hujannya tinggi mau tidak mau harus ada modifikasi cuaca,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Ambang Batas 200 mm
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan parameter khusus dalam pengambilan kebijakan tersebut. Ambang batas curah hujan sebesar 200 milimeter (mm) per hari menjadi indikator utama untuk mengaktifkan operasi modifikasi cuaca.
“Kalau BMKG mengatakan kemungkinan curah hujannya di atas 200 mm per hari, pasti kami lakukan modifikasi cuaca,” tegasnya.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir yang kerap menghantui wilayah Ibu Kota dan sekitarnya saat puncak musim hujan. (Far/P-2)
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
TNI Angkatan Udara BNPB terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla Riau.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved