Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk kembali menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi ancaman curah hujan ekstrem. Keputusan tersebut akan diambil secara presisi berdasarkan data harian yang dipasok oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa laporan cuaca dari BMKG menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah intervensi di langit Jakarta.
“Setiap hari data dari BMKG kita terima. Kalau memang curah hujannya tinggi mau tidak mau harus ada modifikasi cuaca,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (20/2).
Ambang Batas 200 mm
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan parameter khusus dalam pengambilan kebijakan tersebut. Ambang batas curah hujan sebesar 200 milimeter (mm) per hari menjadi indikator utama untuk mengaktifkan operasi modifikasi cuaca.
“Kalau BMKG mengatakan kemungkinan curah hujannya di atas 200 mm per hari, pasti kami lakukan modifikasi cuaca,” tegasnya.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir yang kerap menghantui wilayah Ibu Kota dan sekitarnya saat puncak musim hujan. (Far/P-2)
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Banjir melanda Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026). 1.382 jiwa terdampak di Jatinegara hingga Cawang. Meski air capai 1,2 meter, warga belum ada yang mengungsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved