Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM setahun terakhir, kasus gangguan jiwa pada anak dan remaja di Provinsi Jawa Barat mengalami peningkatan. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua mencatat jumlah pasien usia anak dan remaja yang mengakses layanan kesehatan jiwa terus bertambah, dengan ragam kasus yang semakin kompleks, mulai dari gangguan perkembangan hingga depresi.
Saat ini, rata-rata kunjungan ke poliklinik psikiatri anak dan remaja mencapai sekitar 30 pasien per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar 20 pasien per hari.
“Variasi kasusnya cukup luas. Pasien yang kami tangani mencakup gangguan perkembangan seperti autisme dan disabilitas intelektual, hingga gangguan mental emosional seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian,” ungkap Subspesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Cisarua, dr. Lina Budiyanti, kemarin.
Dari total pasien anak dan remaja, sekitar 20–30 persen di antaranya mengalami depresi. Mayoritas berasal dari kelompok usia remaja, yakni 10 hingga 18 tahun.
Menurut Lina, pemicu depresi pada remaja bersifat kompleks, namun tekanan dari relasi teman sebaya menjadi faktor dominan yang paling sering ditemukan.
“Masalah pertemanan menjadi stressor utama, bisa karena perundungan, atau perasaan tidak diterima. Sebagian remaja merasa dirinya lebih rendah dibandingkan teman sebayanya, meski tidak selalu ada bullying secara langsung,” jelasnya.
Selain itu, faktor keluarga dan penggunaan gawai, termasuk media sosial, turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus depresi. Anak yang sejak kecil lebih banyak difasilitasi gadget cenderung kurang terlatih berinteraksi sosial secara langsung.
Kondisi ini membuat mereka kesulitan membangun keterampilan sosial saat memasuki fase remaja. Ketika menghadapi masalah pergaulan, sebagian justru melarikan diri ke dunia digital, yang dapat memperburuk kondisi mental.
Paparan media sosial juga memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain, sehingga remaja merasa kehidupannya lebih buruk dibandingkan gambaran ideal di dunia maya.
Dalam penanganan depresi pada anak dan remaja, RSJ Cisarua menerapkan pendekatan biopsikososial yang mencakup aspek biologis, psikologis, dan lingkungan sosial.
“Jika depresinya sudah mengganggu fungsi sehari-hari, seperti menarik diri, konflik dengan keluarga, atau menolak sekolah, maka bisa diberikan terapi biologis berupa obat sesuai indikasi medis,” tuturnya.
Intervensi psikologis dilakukan melalui psikoterapi atau konseling untuk memperbaiki pola pikir negatif serta kemampuan pemecahan masalah. Dari sisi sosial, rumah sakit juga melibatkan keluarga dan sekolah agar lingkungan anak lebih kondusif dan suportif.
Terkait pencegahan, Lina menegaskan depresi pada anak dan remaja sangat mungkin dicegah melalui pola asuh sehat sejak dini. Orang tua juga perlu peka terhadap perubahan emosi dan perilaku anak.
“Kami mendorong orang tua dan guru meningkatkan literasi kesehatan jiwa serta menghilangkan stigma terhadap konsultasi psikologis. Konsultasi dini membantu masalah dikenali lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat,” tandasnya.
(AN/naviandri)
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Dorongan remaja untuk mengikuti tren berbahaya sering kali berakar pada kebutuhan psikologis untuk diterima oleh lingkungan sosial mereka.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved