Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan dan Pesisir Selatan Jawa, Tak Berpotensi Tsunami

Thalatie K Yani
06/2/2026 04:15
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan dan Pesisir Selatan Jawa, Tak Berpotensi Tsunami
Gempa tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang Pacitan hingga Surabaya pada Jumat dini hari. BMKG pastikan tidak ada potensi tsunami.(BMKG)

MASYARAKAT di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik cukup kuat pada Jumat (6/2) dini hari. Gempa bermagnitudo 6,4 tersebut berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan terjadi tepat pukul 01.10 WIB saat sebagian besar warga sedang terlelap.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer.

Dirasakan hingga Pantura

Meski berpusat di Pacitan, getaran gempa dilaporkan terasa luas di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pacitan sebagai daerah terdekat, guncangan juga dirasakan oleh warga di Trenggalek, Tulungagung, hingga merambah ke Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Tak hanya di pesisir selatan, beberapa wilayah di jalur Pantura pun turut melaporkan adanya getaran.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengonfirmasi posisi pusat gempa tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari BMKG.

"Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal," ujar Triadi melalui pesan singkat yang dikirimkan pada grup internal BPBD Trenggalek.

Kondisi Terkini dan Dampak

Guncangan yang cukup kuat sempat memicu kepanikan warga. Banyak warga yang spontan terbangun dari tidur dan berhamburan keluar rumah guna mengantisipasi risiko bangunan roboh atau dampak buruk lainnya.

Namun, BMKG dengan cepat memberikan kepastian untuk menenangkan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.

Hingga Jumat pagi, pihak BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan masuk mengenai jatuhnya korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat peristiwa tersebut.

"Saat ini kami masih terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk kemungkinan dampak lanjutan. Kami berharap tidak terjadi gempa susulan," tambah Triadi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah guna menghindari berita bohong (hoax) terkait dampak gempa.(Ant/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya