Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik cukup kuat pada Jumat (6/2) dini hari. Gempa bermagnitudo 6,4 tersebut berpusat di perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan terjadi tepat pukul 01.10 WIB saat sebagian besar warga sedang terlelap.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur. Titik pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 10 kilometer.
Meski berpusat di Pacitan, getaran gempa dilaporkan terasa luas di berbagai wilayah Jawa Timur. Selain Pacitan sebagai daerah terdekat, guncangan juga dirasakan oleh warga di Trenggalek, Tulungagung, hingga merambah ke Surabaya, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi. Tak hanya di pesisir selatan, beberapa wilayah di jalur Pantura pun turut melaporkan adanya getaran.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengonfirmasi posisi pusat gempa tersebut berdasarkan laporan yang diterima dari BMKG.
"Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal," ujar Triadi melalui pesan singkat yang dikirimkan pada grup internal BPBD Trenggalek.
Guncangan yang cukup kuat sempat memicu kepanikan warga. Banyak warga yang spontan terbangun dari tidur dan berhamburan keluar rumah guna mengantisipasi risiko bangunan roboh atau dampak buruk lainnya.
Namun, BMKG dengan cepat memberikan kepastian untuk menenangkan masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.
Hingga Jumat pagi, pihak BPBD setempat masih terus melakukan pemantauan intensif di lapangan. Beruntung, sejauh ini belum ada laporan masuk mengenai jatuhnya korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat peristiwa tersebut.
"Saat ini kami masih terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk kemungkinan dampak lanjutan. Kami berharap tidak terjadi gempa susulan," tambah Triadi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi pemerintah guna menghindari berita bohong (hoax) terkait dampak gempa.(Ant/Z-2)
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
DUA kali gempa bumi dirasakan oleh masyarakat yang tinggal terutama di Jawa Bagian Selatan, Selasa (27/1).
STASIUN Geofisika Sleman mencatat, Gempa Bantul M4.5 pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB diikuti oleh ratusan gempa susulan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan kereta api telah kembali beroperasi normal usai gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1) pagi.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
Banjir Jabodetabek belum surut. Hingga akhir Januari 2026, 143 RT sempat terendam. Simak cara mencegah air masuk rumah saat banjir susulan.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
BMKG memprakirakan Jakarta berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis siang dan sore hari. Simak rincian cuaca dan peringatan dini di sini.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved