Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dengan episenter berada di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur. Gempa tercatat memiliki kedalaman 122 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” ujar Daryono dalam keterangan resmi, Selasa (27/1).
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau *thrust fault*. Meski demikian, BMKG menegaskan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung, gempa dirasakan dengan intensitas III–IV MMI. Sementara di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar dirasakan pada skala III MMI.
Getaran juga dirasakan hingga Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, Karangasem, dan Mataram dengan intensitas II–III MMI. Adapun wilayah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, dan Pasuruan merasakan gempa pada skala II MMI.
Hingga pukul 08.35 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Selain itu, belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi. (H-2)
WARGA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini merasakan beberapa kali gempa bumi dengan kekuatan di atas 4 magnitudo.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
GEMPA Pacitan berkekuatan 6,2 magnitude menyebabkan 40 orang dirawat di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY. Sedangkan, 15 orang korban luka dilaporkan di Bantul.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
Gempa Pacitan bermagnitudo 6,4 dirasakan sampai Wono Giri. sejumlah kerusakan terjadi di beberapa titik.
BPBD Kabupaten Bantul melaporkan sebanyak 7 orang terluka, 3 rumah, dan satu rumah ibadah rusak ringan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Pastikan untuk memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Secara geografis wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa. Gempa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi struktural bagi masyarakat di pesisir selatan.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
GEMPA yang terjadi di wilayah Pacitan pada dini hari ini dipastikan merupakan gempa jenis megathrust.
SEBANYAK 15 rumah warga di Pacitan, Jawa Timur, mengalami rusak parah akibat Gempa Pacitan yang berkekuatan 6,4 magnitudo. Gempa tersebut mengguncang wilayah Pacitan dini hari.
Mengapa Pacitan sering gempa? Temukan jawabannya dari sisi geologi, mulai dari ancaman Megathrust hingga aktifnya Sesar Grindulu di daratan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved