Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa gempa itu merupakan gempa dangkal.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Maluku," terang Daryono dalam laporan yang dibagikan BMKG di Manado, Sabtu (10/1).
Ia menjelaskan analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (oblique normal).
Akibat adanya gempa bumi di Sulut, sejumlah wilayah turut merasakan yakni di daerah Tobelo, Sitaro dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Morotai dengan skala intensitas III MMI.
Sementara itu, daerah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Daryono menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami, didasarkan pada hasil pemodelan. Hingga pukul 22.20 WIB, dari pantauan BMKG, tercatat ada satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,6.
Gempa di Kepulauan Talaud, Sulut terjadi pada Pukul 21.58.25 WIB wilayah Pantai Timur Kepulauan Talaud. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4. Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 40 kilometer arah tenggara Melonguane, Sulawesi Utara pada kedalaman 31 kilometer.
Masyarakat diharapkan mencari informasi yang bersumber dari kanal BMKG dan telah terverifikasi. (Ant/H-4)
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Lokasi tepatnya, gempa bumi di Sulawesi Utara itu berada di 5.73LU, 126.37BT atau 195 kilometer barat laut dari Melonguane.
Untuk lokasi tepatnya, gempa bumi di Sulawesi Utara ini berada di 6.13LU, 126.12BT atau 244 kilometer barat laut dari Melonguane.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved