Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kronologi Gempa Megathrust Pacitan 6 Februari: 21 Kali Susulan dalam 90 Menit

Reynaldi Andrian Pamungkas
06/2/2026 20:50
Kronologi Gempa Megathrust Pacitan 6 Februari: 21 Kali Susulan dalam 90 Menit
Seismograf(MI/Depi Gunawan)

Warga di pesisir selatan Jawa dikejutkan oleh guncangan hebat pukul 01.06 WIB yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust. Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2).

Peristiwa ini memicu rentetan 21 gempa susulan yang terjadi dalam waktu singkat, yakni hanya dalam kurun 90 menit setelah gempa Pacitan utama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi aktivitas ini bersumber dari zona megathrust selatan Jawa akibat aktivitas subduksi lempeng. Guncangan ini dirasakan hingga wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, menyebabkan kerusakan bangunan serta satu korban jiwa.

Daftar Gempa Susulan Pacitan 6 Februari 2026

Setelah guncangan utama (mainshock) pada pukul 01.06 WIB, frekuensi gempa susulan (aftershocks) tercatat sangat rapat. Berikut adalah kronologi 21 aktivitas seismik yang tercatat di stasiun BMKG dalam 90 menit pertama:

Waktu (WIB) Aktivitas Gempa Kekuatan (Magnitudo)
01.06 Gempa Utama (Mainshock) M 6,2 (Update)
01.12 - 01.31 Susulan ke-1 s/d ke-4 M 3,2 - 4,1
01.32 - 02.00 Susulan ke-5 s/d ke-15 M 2,5 - 4,2
02.01 - 02.36 Susulan ke-16 s/d ke-21 M 3,0 - 4,8

Dampak Gempa: 1 Meninggal dan Belasan Rumah Rusak

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan dan BPBD Jawa Timur, dampak gempa megathrust ini cukup signifikan di wilayah pesisir selatan.

Data Dampak Sementara:

  • Korban Jiwa: 1 orang meninggal dunia di Kecamatan Ngadirojo akibat kelelahan dan shock saat evakuasi.
  • Kerusakan Rumah: 15 unit rumah di Pacitan (kategori ringan-berat), 3 rumah di Bantul, dan 1 rumah di Wonogiri.
  • Fasilitas Umum: Beberapa plafon bangunan perkantoran di Pacitan dilaporkan ambrol.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrusting). Secara geografis wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa. Gempa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi struktural bagi masyarakat di pesisir selatan.

"Gempa Pacitan pagi inii dirasakan di Bantul, Sleman, Pacitan  IV MMI , di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, & Banjarnegara  III MMI, di Tuban dan Jepara II MMI," tulis Daryono di media sosial resminya.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG memastikan bahwa rentetan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun, warga diimbau untuk tidak menempati bangunan yang strukturnya sudah retak guna menghindari risiko akibat gempa susulan yang masih mungkin terjadi. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya