Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
STASIUN Geofisika Sleman mencatat, Gempa Bantul M4.5 pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 13:15:32 WIB diikuti oleh ratusan gempa susulan. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.87 LS; 110.49 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 km arah Timur Bantul, DIY dengan kedalaman 11.0 km.
Hingga Rabu (28/1) pagi pukul 10.15 WIB, jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 121 gempa susulan dengan kekuatan terbesar M2.4 dan tren frekuensi kejadian gempa susulan masih variatif.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi menyampaikan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak.
Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, Kota Yogyakarta, Klaten dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan seperti terdapat truk bermuatan melintas).
Sementara itu, di Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, skala intensitas tercatat II MMI (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Sementara itu, Pakar Gempa dari Teknik Geologi UGM Gayatri Indah Marliyani menilai, gempa yang berpusat di di DIY terjadi di zona sesar aktif, Sesar Opak. Gempa tersebut kemungkinan terjadi akibat adanya pasokan tekanan yang diberikan oleh gempa yang berpusat di Pacitan.
Gempa di Pacitan dicatat oleh BMKG bermagnitudo:5,5 pada Selasa (27/1) pukul 08:20:44 WIB. Gempa tersebut berpusat di 25 km Timur Laut Pacitan, Jawa Timur, 8.14 LS,111.33 BT, dengan kedalamn:105 Km.
Gempa bumi yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur dapat dikategorikan sebagai gempa intraslab karena sumber gempa berasal dari dalam lempeng samudra yang tersubduksi atau dikenal sebagai slab.
“Deformasi terjadi apabila lempeng terus didorong ke dalam, sehingga lempeng dapat terus berubah bentuk dan bergeser. Perubahan dan pergeseran lempeng tersebut menyebabkan terjadinya gempa bumi," terang dia.
Kedua peristiwa gempa bumi tersebut sempat membuat masyarakat merasa cemas dan khawatir.
“Masyarakat memang harus selalu waspada dengan adanya gempa ini. Kejadian gempa pada hari ini dapat dijadikan pengingat bahwa kita berada di area tektonik aktif. Sehingga, masyarakat harus siap siaga dalam merespons gempa bumi ini,” pesannya. (AT/E-4)
DUA kali gempa bumi dirasakan oleh masyarakat yang tinggal terutama di Jawa Bagian Selatan, Selasa (27/1).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan kereta api telah kembali beroperasi normal usai gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1) pagi.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Getaran juga dirasakan hingga Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, Karangasem, dan Mataram dengan intensitas II–III MMI.
BADAN Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan serius bagi penduduk di wilayah Prefektur Shimane dan sekitarnya, pasca-gempa Jepang berkekuatan Magnitudo 6,2.
Jepang kembali diguncang serangkaian gempa susulan, lebih dari 10 kali dalam kurun 14 jam, usai gempa kuat bermagnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara negara itu.
Gempa tersebut merupakan rangkaian dari gempa susulan Sukabumi yang dirasakan di wilayah Kabandungan dengan skala intensitas II-III MMI.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 24 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,7 di Banyuwangi.
Gempa tektonik itu dirasakan hingga empat wilayah di Kabupaten Sukabumi, yakni di Kalapanunggal, Kabandungan, Dramaga, dan Palabuhan Ratu dengan Skala Intensitas II MMI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved