Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi pascagempa tektonik yang mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1).
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan, hingga pukul 13.45 WIB telah terpantau 14 kali gempa bumi susulan (aftershock) setelah gempa utama bermagnitudo 4,5.
“Hingga pukul 13.45.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M2.0,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Selasa (27/1).
BMKG menjelaskan gempa utama terjadi pada pukul 13.15.32 WIB dengan episenter di darat, sekitar 16 kilometer arah timur Bantul, pada kedalaman 11 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujarnya.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, serta hanya mengakses informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi. (H-2)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1) pukul 08.20 WIB.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Getaran juga dirasakan hingga Madiun, Jember, Mojokerto, Denpasar, Kuta, Karangasem, dan Mataram dengan intensitas II–III MMI.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
GEMPA bumi tektonik bermagnitudo 6,4 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, Rabu (7/1) pukul 10.02 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved