Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PACITAN kembali dilanda gempa tektonik hari ini (6/1). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa Pacitan getarannya terasa hingga ke Yogyakarta dan Solo. Mengapa Pacitan sering gempa?
Secara ilmiah, fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari posisi geografis dan struktur geologi yang sangat kompleks.
Penyebab utama frekuensi gempa di Pacitan adalah lokasinya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi selatan Jawa. Di wilayah ini, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 6-7 cm per tahun.
Zona pertemuan kedua lempeng ini disebut sebagai Megathrust. Area ini menyimpan energi elastis yang sangat besar akibat gesekan antar lempeng. Ketika batuan tidak lagi mampu menahan tekanan tersebut, terjadi patahan yang dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Karena Pacitan berada di pesisir yang paling dekat dengan jalur tunjaman ini, guncangan dari gempa laut (interplate) akan terasa sangat kuat di sini.
Banyak yang mengira gempa Pacitan selalu berasal dari laut. Faktanya, Pacitan memiliki "ancaman internal" yang nyata bernama Sesar Grindulu. Patahan aktif ini memanjang dari arah timur laut hingga barat daya, seolah membelah wilayah kabupaten menjadi dua bagian.
Sesar Grindulu adalah sesar geser (strike-slip fault) yang masih sangat aktif. Gempa-gempa darat dengan kedalaman dangkal yang sering dirasakan warga Pacitan seringkali berpusat pada jalur sesar ini. Keberadaan sesar di daratan ini membuat gempa bermagnitudo kecil sekalipun bisa terasa sangat merusak karena pusatnya yang berada tepat di bawah pemukiman.
Tanah di Pacitan didominasi oleh lapisan sedimen lunak. Hal ini menyebabkan terjadinya amplifikasi, yaitu penguatan gelombang gempa yang membuat guncangan terasa jauh lebih hebat dibandingkan wilayah dengan batuan keras.
Catatan sejarah membuktikan bahwa Pacitan adalah zona seismik aktif sejak berabad-abad lalu:
Tidak semua. Tsunami biasanya hanya dipicu oleh gempa yang memenuhi syarat: magnitudo di atas M7,0, berpusat di laut, dan memiliki kedalaman dangkal dengan mekanisme patahan naik.
Gempa susulan (aftershocks) terjadi karena batuan di bawah tanah sedang mencari kestabilan baru setelah melepaskan energi besar pada gempa utama.
| Faktor Penyebab | Dampak pada Wilayah |
|---|---|
| Zona Subduksi | Potensi gempa skala besar dan tsunami. |
| Sesar Grindulu | Gempa darat dangkal yang merusak bangunan. |
| Struktur Tanah | Memperkuat guncangan (amplifikasi). |
(H-4)
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
SEBANYAK 15 rumah warga di Pacitan, Jawa Timur, mengalami rusak parah akibat Gempa Pacitan yang berkekuatan 6,4 magnitudo. Gempa tersebut mengguncang wilayah Pacitan dini hari.
GEMPA Pacitan berkekuatan 6,2 magnitude menyebabkan 40 orang dirawat di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY. Sedangkan, 15 orang korban luka dilaporkan di Bantul.
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta Jumat, 6 Februari 2026. Waspadai potensi hujan ringan di siang hari dan awan tebal sejak pagi hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved