Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PACITAN kembali dilanda gempa tektonik hari ini (6/1). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa Pacitan getarannya terasa hingga ke Yogyakarta dan Solo. Mengapa Pacitan sering gempa?
Secara ilmiah, fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari posisi geografis dan struktur geologi yang sangat kompleks.
Penyebab utama frekuensi gempa di Pacitan adalah lokasinya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi selatan Jawa. Di wilayah ini, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 6-7 cm per tahun.
Zona pertemuan kedua lempeng ini disebut sebagai Megathrust. Area ini menyimpan energi elastis yang sangat besar akibat gesekan antar lempeng. Ketika batuan tidak lagi mampu menahan tekanan tersebut, terjadi patahan yang dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Karena Pacitan berada di pesisir yang paling dekat dengan jalur tunjaman ini, guncangan dari gempa laut (interplate) akan terasa sangat kuat di sini.
Banyak yang mengira gempa Pacitan selalu berasal dari laut. Faktanya, Pacitan memiliki "ancaman internal" yang nyata bernama Sesar Grindulu. Patahan aktif ini memanjang dari arah timur laut hingga barat daya, seolah membelah wilayah kabupaten menjadi dua bagian.
Sesar Grindulu adalah sesar geser (strike-slip fault) yang masih sangat aktif. Gempa-gempa darat dengan kedalaman dangkal yang sering dirasakan warga Pacitan seringkali berpusat pada jalur sesar ini. Keberadaan sesar di daratan ini membuat gempa bermagnitudo kecil sekalipun bisa terasa sangat merusak karena pusatnya yang berada tepat di bawah pemukiman.
Tanah di Pacitan didominasi oleh lapisan sedimen lunak. Hal ini menyebabkan terjadinya amplifikasi, yaitu penguatan gelombang gempa yang membuat guncangan terasa jauh lebih hebat dibandingkan wilayah dengan batuan keras.
Catatan sejarah membuktikan bahwa Pacitan adalah zona seismik aktif sejak berabad-abad lalu:
Tidak semua. Tsunami biasanya hanya dipicu oleh gempa yang memenuhi syarat: magnitudo di atas M7,0, berpusat di laut, dan memiliki kedalaman dangkal dengan mekanisme patahan naik.
Gempa susulan (aftershocks) terjadi karena batuan di bawah tanah sedang mencari kestabilan baru setelah melepaskan energi besar pada gempa utama.
| Faktor Penyebab | Dampak pada Wilayah |
|---|---|
| Zona Subduksi | Potensi gempa skala besar dan tsunami. |
| Sesar Grindulu | Gempa darat dangkal yang merusak bangunan. |
| Struktur Tanah | Memperkuat guncangan (amplifikasi). |
(H-4)
BMKG merilis prakiraan cuaca DKI Jakarta 19 Maret 2026. Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hari di Jakarta Selatan dan Timur.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BMKG prediksi cuaca ekstrem jelang mudik Lebaran 2026. Hujan lebat, angin kencang, dan banjir potensi terjadi, masyarakat diimbau waspada.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 18 Maret 2026, para pemudik diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga ringan.
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 18 Maret 2026 didominasi berawan dengan suhu panas mencapai 34°C. Waspada potensi hujan di Jakarta Timur.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 17 Maret 2026 yakni adanya potensi cuaca ekstrem di 29 daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved