Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat. Untuk merayakan Syi'ar Islam dan melestarikan tradisi lokal, warga di bumi berjulukan Serambi Mekah itu menggelar kenduri buru'at (kenduri bara'ah), salat tasbih, zikir samadiah dan doa bersama. Tradisi religi bernuansa Islam dan kearifan lokal itu digelar mulai pada Senin (2/2) kemarin atau bertepatan 15 Syakban 1447 H. Lalu ada juga pelaksanaan pada 16-17 Syakban.
Bahkan tidak sedikit di gelar di lokasi-lokasi pengungsian banjir bandang Sumatra. Misalnya di Desa Blang Naleung Maneh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe; di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya; Aceh Tiang, Aceh Tengah; hingga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Melalui doa dan ibadah di pertengahan bulan Syakban ini mereka mengharapkan ampunan dan magfirah dari Yang Maha Kuasa.
Tidak luput memohon jauh dari marabahaya dan segera kembali pulih dari musibah banjir serta tanah longsor yang melanda Sumatra 24-27 November 2025 lalu.
Pelaksanaan ibadah dan tradisi religi Nisfu Syakban tersebut berlangsung di masjid, meunasah (musala desa), pesantren, tempat pengajian hingga pondok pendidikan atau asrama pemondokan sekolah.
Seluruh warga kampung atau tempat pemondokan pendidikan secara berjamaah merayakan acara penuh makna ini secara mandiri.
Amatan Media Indonesia, Senin (2/2) di Gampong (Desa) Neulop, Kemukiman Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, misalnya, warga mulai berkumpul ke meunasah sekitar pukul 18.00 WIB.
Sebagian besar warga yang hadir itu adalah kaum lelaki dan anak. Mereka menunggu waktu magrib untuk salat berjamaah, zikir samadiah, dan berdoa bersama agar banjir besar itu tidak terulang kembali.
Selelah itu, mereka langsung membuka hidangan kenduri untuk menikmati bersama. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kenduri itu dibawa dari kelompok dusun warga dalam Desa Neulop.
"Biasanya malam 15 Syakban sedekah kenduri dari Dusun Teungku Chik, malam 16 dan 17 dikeluarkan oleh kelompok warga dusun lain lagi," tutur Mahmud, tokoh Masyarakat Desa Neulop.
Setelah mencicipi kenduri bara'ah bersama, warga langsung menunaikan salat isya berjemaah dan dilanjutkan salat tasbih. Upacara ibadah salat tasbih dan rangkaian tradisi religi itu baru selesai sekitar pukul 22.00 WIB.
Nuansa menyambut malam Nisfu Syakban penuh berkah ini juga dilestarikan oleh siswa-siswi Sekolah Sukma Bangsa Pidie di Komplek Kampus Gampong Balee, Kemukiman Pineung, Kecamatan Peukan Baro.
Mereka ramai-ramai berkumpul di musala komplek sekolah untuk menggelar salat tasbih 4 rakaat yang terkandung 300 kali bacaan tasbih.
Salat sunat yang sangat dianjurkan dalam Mazhab Syafi'i, Hanafi, dan Mazhab Maliki itu juga digelar seusai salat berjemaah isya. Seiring menunaikan salat sunat yang dianjurkan Rasulullah SAW, paling kurang seumur hidup sekali itu, para murid sekolah berkarakter tersebut tidak lupa membaca yasin serta doa bersama.
"Di malam yang makbul doa ini, kami meminta dijauhkan dari fitnah kubur selamat du blang padang mahsyar. Tidak lupa meminta orangtua dan saudara kami segera bangkit serta pulih kembali dari bencana banjir besar Sumatra," tutur seorang siswi sekolah Bangsa Pidie.
Ratusan jemaah Masjid Taqwa Lampoih Saka juga tidak luput menyambut Nisfu Syakban. Mereka berbondong-bondong meramaikan salat tasbih bersama salat isya. Lalu mendengarkan tausiah setelah melaksanakan serangkaian bacaan surat yasin dan doa bersama.
Para kaum ibu tampat sangat tekun dan khidmat mengikuti wirid dan samadiah. Mereka sampai terharu kala berdoa kepada korban banjir yang masih di pengungsian menjelang bulan Ramadan.
"Ini awal dari salat sunat paling ramai dihadiri jemaah sebelum Ramadan. Ya Allah sampaikan kami menemui bulan belan suci Ramadan penuh ampunan," tutur Bukhari Thahir, Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Taqwa Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro Pidie, Aceh. (MR/E-4)
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
Program Ekspedisi Sehatkan Sumatera ini berlangsung dua pekan, sejak 30 Januari 2026.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
MENTERI Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau langsung ruas jalan Malalak–Bukittinggi di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatta Barat (Sumbar), Rabu (28/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved