Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Huntara Berkonsep Hunian Berkembang Berbasis Kearifan Lokal Dibangun di Aceh Tengah

Putri Anisa Yuliani
17/3/2026 17:05
Huntara Berkonsep Hunian Berkembang Berbasis Kearifan Lokal Dibangun di Aceh Tengah
Ilustrasi(Antara)

FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh. Kolaborasi ini mewujud dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Gewat, Kecamatan Linge.

Proyek kemanusiaan ini bukan sekadar memberikan tempat berteduh, melainkan menghadirkan solusi arsitektur yang mengadaptasi kearifan lokal masyarakat Gayo. Tim yang dipimpin oleh Ketua ILUNI FTUI, Farrizky Astrawinata, dan Ketua Satuan Tugas Kebencanaan FTUI, Ardiyansyah, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang berjarak sekitar 5,5 jam perjalanan darat dari Lhokseumawe tersebut.

Desain Antara Versi 3: Adaptasi Rumah Adat Gayo

Huntara yang dibangun di Desa Gewat menggunakan model Antara Versi 3. Desain ini merupakan hasil pengembangan teknis FTUI yang sebelumnya telah sukses diterapkan pada penanganan pascabencana di Lombok, Palu, dan Cianjur.

Keunikan Huntara ini terletak pada adopsi konsep Uma Pitu Ruang, rumah adat masyarakat Gayo. Dengan dimensi 4 x 7,2 meter, bangunan ini berbentuk rumah panggung dengan konstruksi kayu yang kokoh dan selaras dengan karakter lingkungan setempat.

Keunggulan Teknis dan Konsep Hunian Berkembang

Penerapan konsep rumah panggung bukan tanpa alasan teknis. Struktur ini dirancang dengan pendekatan yang mengutamakan efisiensi material dan ketahanan lingkungan. Beberapa keunggulannya antara lain:

- Perlindungan Kelembapan: Menghindarkan bangunan dari kontak langsung dengan tanah.
- Sirkulasi Udara: Meningkatkan aliran udara agar hunian tetap nyaman ditempati.
- Konstruksi Modular: Memudahkan proses pembangunan secara cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat (gotong royong).

Lebih dari sekadar tempat tinggal sementara, FTUI memperkenalkan konsep Hunian Berkembang. Konsep ini memungkinkan penambahan ruang atau perluasan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan penghuninya di masa mendatang, sehingga Huntara dapat menjadi dasar bagi rumah permanen.

Target Pembangunan dan Kolaborasi Multi-Pihak

Pembangunan yang dimulai sejak 7 Maret 2026 ini menargetkan total 12 unit Huntara bagi warga terdampak. Saat ini, satu unit telah berdiri, sementara proses pembersihan lahan untuk unit lainnya sedang berlangsung.

Sesuai jadwal, empat unit ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri, sedangkan tujuh unit sisanya akan diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hari setelah libur Lebaran. Program ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara FTUI, ILUNI FTUI, UI Peduli, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Reje Desa Gewat, Sandi Suardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan ini. Baginya, kehadiran Huntara berbasis keilmuan teknik ini memberikan kepastian bagi warga untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang sambil membangun kembali masa depan pascabencana. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya