Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Dua Bulan setelah Bencana, 40 Warga Sumut masih Hilang

Yoseph Pencawan
04/2/2026 08:17
Dua Bulan setelah Bencana, 40 Warga Sumut masih Hilang
Wilayah terdampak longsor di Tapanuli Utara.(MI/Yoseph Pencawan)

DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang. Bencana tersebut juga menyebabkan lima orang mengalami luka berdasarkan data terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana.

Korban hilang dan luka tersebar di empat dari total 20 kabupaten dan kota yang terdampak bencana alam di Sumut. Data tersebut merupakan hasil dari evaluasi penanganan pascabencana dan masih bersifat sementara.

“Data merupakan update per 2 Februari 2026 pukul 17.00 WIB,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati, Selasa (3/2).

Pusdalops PB Sumut merinci, dari 40 orang yang masih dinyatakan hilang, sebanyak dua orang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara. Sebanyak 33 orang tercatat hilang di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat orang di Tapanuli Selatan, dan satu orang di Humbang Hasundutan.

Sementara itu, lima korban luka seluruhnya tercatat berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Kondisi korban luka masih tercatat dalam laporan penanganan darurat Pusdalops BPBD Sumut.

Bencana hidrometeorologi tersebut, lanjut dia, berdampak pada 20 kabupaten dan kota di Sumut. Wilayah terdampak meliputi Kota Medan, Tebingtinggi, Binjai, Padangsidimpuan dan Kota Sibolga.

Kemudian Kabupaten Deliserdang, Serdangberdagai, Langkat, Humbang Hasundutan dan Kabupaten Pakpak Bharat. Selanjutnya Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal dan Kabupaten Batubara.

Evaluasi dan penanganan pascabencana, kata dia, masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan tim terkait. Proses pendataan serta pencarian korban hilang juga masih menjadi fokus utama di wilayah-wilayah terdampak. (YP/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya