Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 25 November 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah. Rumah-rumah rusak, lahan pertanian hancur, dan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan.
Nupati Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Masinton Pasaribu, Selasa (27/1), menyebutkan sebanyak 17.984 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Dampak bencana juga meluas ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kerusakan lahan sawah mencapai 7.365 hektare, sementara kebun dan ladang warga yang rusak sekitar 1.164 hektare,” ujar Masinton.
Masinton menilai dampak bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga memukul ketahanan ekonomi dan psikologis masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan sektor pertanian.
“Kami bekerja keras bersama jajaran perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait pemulihan bisa segera dirasakan masyarakat,” katanya.
Pemkab Tapanuli Tengah juga berharap dukungan pemerintah provinsi dan pusat, mengingat luasnya wilayah terdampak serta besarnya kebutuhan pemulihan pascabencana.
Bagi warga, angka-angka tersebut bukan sekadar data. Sulastri, 46, warga Kecamatan Kolang, mengaku masih trauma setiap kali hujan turun.
“Rumah masih bisa ditumpangi seadanya, tapi sawah kami habis. Mau makan dari mana lagi, itu yang paling kami pikirkan sekarang,” kata Sulastri dengan suara lirih.
Hal serupa dialami Rizal, 38, petani lainnya. Ia kehilangan areal persawahan yang sudah siap tanam. (JH/E-4)
UPAYA pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam terus digenjot dengan dukungan pemerintah pusat.
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tetap tersebut mencakup total 150 unit rumah dengan beragam konstruksi, yakni 50 unit rumah berbahan kayu.
MEMASUKI bulan keempat masa pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada November 2025 lalu, bantuan pangan bernutrisi terus mengalir bagi warga terdampak.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh.
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah terdampak bencana dijalankan dengan skema swakelola berbasis gotong royong.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved