Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI lebih dari satu bulan pascabencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kejelasan penanganan dan pemulihan bagi warga terdampak masih menjadi sorotan.
Sejumlah pengungsi tercatat masih bertahan di posko pengungsian. Sementara itu, data final kerusakan rumah serta realisasi bantuan belum sepenuhnya terbuka ke publik.
Hingga kini, pemerintah daerah belum menyampaikan secara rinci jumlah final rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan akibat bencana. Padahal, data tersebut menjadi dasar penting dalam penyaluran bantuan, pembangunan hunian sementara (huntara), serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Keberadaan pengungsi yang masih bertahan di posko pengungsian juga menimbulkan pertanyaan. Faktor penyebab warga belum kembali ke rumah apakah karena bangunan tidak layak huni, ancaman bencana susulan, atau keterbatasan bantuan perlu dijelaskan secara transparan.
Pembangunan huntara bagi korban dengan rumah rusak berat pun menjadi perhatian. Hingga kini belum ada kepastian kapan hunian sementara tersebut mulai ditempati, sementara sebagian korban masih menggantungkan hidup di posko darurat dengan fasilitas terbatas.
Dari sisi anggaran, penggunaan dana tanggap darurat oleh BPBD Tapteng juga dinilai perlu disampaikan secara terbuka, termasuk besaran anggaran yang telah direalisasikan dan peruntukannya.
Di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, langkah konkret pemerintah daerah untuk mencegah banjir dan longsor susulan menjadi krusial.
Upaya mitigasi seperti normalisasi sungai, penanganan daerah rawan longsor, serta penguatan sistem peringatan dini dinilai mendesak agar bencana serupa tidak kembali menimbulkan korban.
Namun, upaya konfirmasi Media Indonesia kepada Sekretaris Daerah Tapteng, Binsar Sitanggang, terkait data kerusakan dan pengungsi tidak membuahkan hasil.
Dihubungi melalui pesan WhatsApp Senin (29/12) hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan memilih bungkam.
Sikap serupa ditunjukkan Pelaksana Tugas Kepala BPBD Tapteng, Leonardus Sinaga. Pejabat yang seharusnya memiliki data teknis kebencanaan tersebut juga tidak merespons saat dihubungi Senin (29/12) melalui pesan WhatsApp.
Salah seorang korban bencana di Kecamatan Pandan, Selasa (30/12), mengaku rumahnya terendam banjir. Ia menilai penanganan di lapangan berjalan lamban dan petugas kurang memahami strategi pembersihan material banjir dan longsor dari permukiman warga.
Sementara itu, warga di Kecamatan Badiri menyebutkan pembersihan yang dilakukan petugas lebih difokuskan pada fasilitas umum. Adapun pembersihan di area permukiman warga harus dilakukan secara swadaya.
Hasil pantauan Media Indonesia di lapangan menunjukkan tidak semua pengungsi yang masih bertahan di posko merupakan pemilik rumah rusak parah. Namun, material banjir masih menutupi rumah mereka, sehingga warga belum dapat kembali dan terpaksa tetap tinggal di posko pengungsian. (JH/E-4)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
BENCANA alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 25 November 2025 lalu meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah.
PDI Perjuangan menggelar perayaan Natal Nasional 2026 bersama para korban bencana banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah
Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati sebelumnya telah melayani masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh yang terdampak bencana alam pada akhir tahun 2025
Baznas memberikan program layanan kesehatan gratis bagi korban penyintas bencana banjir di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
SATUAN Brimob Polda Sumatra Utara mengevakuasi puluhan warga yang terisolasi akibat banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved