Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Masinton Pasaribu Tegaskan Penertiban Penebangan Liar, Keselamatan Wilayah Jadi Prioritas

Januari Hutabarat
04/12/2025 11:05
Masinton Pasaribu Tegaskan Penertiban Penebangan Liar, Keselamatan Wilayah Jadi Prioritas
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, memberikan keterangan kepada Media Indonesia usai diwawancarai di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah.(MI/Januari Hutabarat)

BUPATI Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Masinton Pasaribu, menegaskan komitmennya menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan daerah pascabanjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan.

Ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menyikapi maraknya aktivitas penebangan dan pertambangan yang diduga ikut memperparah kerusakan lingkungan.

Kepada Media Indonesia, Kamis (4/12), Masinton mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penertiban menyeluruh di sejumlah titik yang terindikasi terjadi penebangan maupun tambang tidak terkendali.

“Kewenangan penuh soal kehutanan memang ada di pemerintah pusat. Namun sebagai kepala daerah, saya tidak bisa menutup mata. Kita tetap berkoordinasi dan sudah memerintahkan DLH untuk turun langsung menertibkan aktivitas penebangan maupun pertambangan yang berisiko,” tegasnya.

Masinton menilai kondisi hutan dan daerah tangkapan air di Tapanuli Tengah harus menjadi perhatian serius. Apalagi, pascabanjir besar, warga menemukan kayu gelondongan dalam jumlah cukup banyak terbawa arus. Temuan itu menjadi indikator kuat adanya aktivitas yang perlu ditangani secara tegas.

“Kayu gelondongan yang dibawa banjir itu bukan hal kecil. Itu alarm bagi kita semua bahwa ada persoalan serius yang harus segera ditangani. Keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan jauh lebih penting dari apa pun,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat turut mengambil langkah tegas, terutama dalam pengawasan kawasan hutan serta penindakan terhadap praktik penebangan ilegal. Menurutnya, upaya penertiban tidak akan efektif jika hanya dilakukan pemerintah daerah.

“Kita membutuhkan dukungan penuh pemerintah pusat. Penanganan lingkungan harus dilakukan menyeluruh agar kejadian banjir serupa tidak terus berulang,” pungkasnya.

Hingga saat ini, sedikitnya dua titik kawasan hutan dilaporkan mengalami kerusakan cukup signifikan. Salah satunya berada di kawasan hutan Aek Rao di Kecamatan Sorkam. Kawasan itu merupakan daerah aliran sungai yang telah mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serta pengawasan intensif. (JH/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik