Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang melanda Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan tidak hanya menyisakan trauma mendalam, tetapi juga membuka tabir kerusakan hutan di wilayah hulu. Di kawasan Anggoli, Kecamatan Angkola Timur, sedikitnya 10 hektare lahan pertanian masyarakat tertimbun gelondongan kayu yang hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Jembatan Anggoli akses vital yang menghubungkan pemukiman warga di dua kabupaten menjadi saksi bisu betapa masifnya material kayu yang meluncur saat banjir menerjang.
Barisan batang kayu berbagai ukuran yang tersangkut di bawah jembatan memperlihatkan besarnya kerusakan lingkungan yang terjadi sebelum bencana.
Pandapotan Simbolon, 51, warga Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, masih mengingat jelas detik-detik menegangkan malam itu.
“Hujan sempat reda. Kami sudah mulai membersihkan rumah dari genangan air. Tapi tiba-tiba suara gemuruh datang dari arah sungai. Air kembali naik disertai kayu besar-besar. Kami semua berlarian menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (4/12).
Gelondongan kayu yang terbawa arus tidak hanya menghantam rumah warga, tetapi juga menyeret puing-puing hingga ke kawasan Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru. Sebagian batang kayu bahkan menutup badan jalan, membuat transportasi lumpuh total.
Di titik lain, Jembatan Anggoli terputus, sehingga tidak dapat dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan. Kehadiran personel TNI yang membangun jembatan darurat menjadi satu-satunya akses bagi warga dan pengunjung yang ingin menyaksikan fenomena tumpukan kayu tersebut.
Untuk memulihkan akses, pemerintah menurunkan sedikitnya 10 alat berat guna menyingkirkan material longsor dan tumpukan kayu dari jalan dan aliran sungai dan permukiman warga.
Di tengah kondisi itu, sebagian warga memanfaatkan kayu gelondongan sebagai bahan bangunan dengan memotongnya menggunakan chainsaw.
Aktivitas ini menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung yang datang melihat langsung dampak banjir di bantaran sungai.
Masyarakat berharap pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, segera melakukan investigasi menyeluruh atas kondisi hutan di hulu sungai. Perusakan hutan yang diduga menjadi pemicu besarnya banjir diminta dihentikan total.
“Kalau hutan terus dirusak, bencana seperti ini akan berulang. Kami berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi sebenarnya di hulu,” ujar seorang warga. (JH/E-4)
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
PENYINTAS banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih belum baik-baik saja.
CITI Foundation berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk memberikan respons kemanusiaan menyeluruh bagi anak-anak dan keluarga terdampak banjir di wilayah Sumatra Utara.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
MEMASUKI bulan keempat masa pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh pada November 2025 lalu, bantuan pangan bernutrisi terus mengalir bagi warga terdampak.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI memulai langkah nyata dalam pemulihan pascabencana di Aceh Tengah, Aceh.
Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah terdampak bencana dijalankan dengan skema swakelola berbasis gotong royong.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved