Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR besar yang melanda Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan tidak hanya menyisakan trauma mendalam, tetapi juga membuka tabir kerusakan hutan di wilayah hulu. Di kawasan Anggoli, Kecamatan Angkola Timur, sedikitnya 10 hektare lahan pertanian masyarakat tertimbun gelondongan kayu yang hanyut terbawa derasnya arus sungai.
Jembatan Anggoli akses vital yang menghubungkan pemukiman warga di dua kabupaten menjadi saksi bisu betapa masifnya material kayu yang meluncur saat banjir menerjang.
Barisan batang kayu berbagai ukuran yang tersangkut di bawah jembatan memperlihatkan besarnya kerusakan lingkungan yang terjadi sebelum bencana.
Pandapotan Simbolon, 51, warga Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, masih mengingat jelas detik-detik menegangkan malam itu.
“Hujan sempat reda. Kami sudah mulai membersihkan rumah dari genangan air. Tapi tiba-tiba suara gemuruh datang dari arah sungai. Air kembali naik disertai kayu besar-besar. Kami semua berlarian menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Media Indonesia, Kamis (4/12).
Gelondongan kayu yang terbawa arus tidak hanya menghantam rumah warga, tetapi juga menyeret puing-puing hingga ke kawasan Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru. Sebagian batang kayu bahkan menutup badan jalan, membuat transportasi lumpuh total.
Di titik lain, Jembatan Anggoli terputus, sehingga tidak dapat dilalui oleh pejalan kaki maupun kendaraan. Kehadiran personel TNI yang membangun jembatan darurat menjadi satu-satunya akses bagi warga dan pengunjung yang ingin menyaksikan fenomena tumpukan kayu tersebut.
Untuk memulihkan akses, pemerintah menurunkan sedikitnya 10 alat berat guna menyingkirkan material longsor dan tumpukan kayu dari jalan dan aliran sungai dan permukiman warga.
Di tengah kondisi itu, sebagian warga memanfaatkan kayu gelondongan sebagai bahan bangunan dengan memotongnya menggunakan chainsaw.
Aktivitas ini menarik perhatian warga sekitar dan pengunjung yang datang melihat langsung dampak banjir di bantaran sungai.
Masyarakat berharap pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup, segera melakukan investigasi menyeluruh atas kondisi hutan di hulu sungai. Perusakan hutan yang diduga menjadi pemicu besarnya banjir diminta dihentikan total.
“Kalau hutan terus dirusak, bencana seperti ini akan berulang. Kami berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi sebenarnya di hulu,” ujar seorang warga. (JH/E-4)
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
MESKI klaim pemerintah pemulihan pascabanjir Sumatra sudah membaik, sayangnya di lapangan masih seperti pungguk merindukan bulan.
Sucor Asset Management (Sucor AM) menyalurkan 2.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Minggu (1/3), jumlah pengungsi tersebut berasal dari 921 kepala keluarga dan tersebar di dua dari 20 kabupaten/kota terdampak.
DI tengah sawah yang sempat tertimbun lumpur setinggi lutut akibat bencana hidrometeorologi, secercah harapan mulai tumbuh.
AEON menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan di Sumatra.
Sekolah tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir bandang pada Desember lalu.
Selama lebih dari tiga bulan, untuk sekadar membeli beras, obat-obatan, atau kebutuhan pokok lainnya, warga harus menantang derasnya arus dan licinnya bebatuan sungai.
BENCANA longsor melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November 2025 sekitar pukul 11.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved