Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Puncak Arus Mudik 2026 Aceh: Jalur Banda Aceh-Medan Padat Meriah

Amiruddin Abdullah Reubee
18/3/2026 15:50
Puncak Arus Mudik 2026 Aceh: Jalur Banda Aceh-Medan Padat Meriah
Pemudik di Aceh.(Dok. MI)

PUNCAK arus mudik 2026 di jalur Nasional yang menghubungkan Banda Aceh, Provinsi Aceh, dengan Medan, Sumatra Utara, terpantau mencapai puncaknya pada hari ini, Rabu (18/3/2026). Puluhan ribu kendaraan, baik roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (minibus pribadi dan angkutan umum), tampak memadati jalan lintas provinsi tersebut dari kedua arah.

Arus lalu lintas dari arah Banda Aceh didominasi oleh kelompok mahasiswa dari berbagai universitas besar seperti Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry, Poltekkes, hingga kampus swasta seperti Universitas Abulyatama, Universitas Muhammadiyah (UNIDA), dan UBBG. Selain mahasiswa, para perantau, dosen, PNS, dan karyawan swasta juga turut menyemarakkan gelombang mudik tahun ini.

Para pemudik ini sebagian besar menuju berbagai pelosok di wilayah berjuluk Serambi Mekkah, sementara sebagian lainnya melakukan perjalanan jauh menuju Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Palembang, Lampung, hingga ke Pulau Jawa.

Suasana Mudik Lebaran 2026 Dini Hari dan Peran Tol Sibanceh

Pengamatan Media Indonesia di lapangan menunjukkan kepadatan luar biasa terjadi sejak Rabu dini hari menjelang waktu sahur. Deru suara knalpot kendaraan memecah kesunyian malam, menciptakan suasana ramai laksana siang hari. Ribuan pemudik motor terlihat bergerak berkelompok antara 5 hingga 15 kendaraan untuk menembus dinginnya malam.

"Meskipun melelahkan, ternyata perjalanannya sangat asyik. Untuk menghilangkan penat, saya berhenti di dataran tinggi Saree. Di sana udaranya sejuk dan bisa belanja oleh-oleh seperti alpukat, bengkuang, hingga tapai ubi," ujar Farida, mahasiswi USK yang mudik ke Kabupaten Pidie.

Kepadatan paling krusial terjadi di ruas Banda Aceh hingga Indrapuri, Aceh Besar. Di titik ini, kendaraan roda empat mulai terbagi masuk ke Jalan Tol Sibanceh (Sigli-Banda Aceh) ruas Indrapuri-Padang Tiji. Hal ini sedikit memberikan ruang bagi pemudik sepeda motor di jalur nasional sebelum nantinya kendaraan kembali menyatu di pintu keluar tol Padang Tiji.

Daftar Lokasi Istirahat Ramah Pemudik

Berikut adalah beberapa titik istirahat (rest area) di jalur Nasional Banda Aceh-Medan:

  • Kabupaten Aceh Besar: Masjid Saree dan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan.
  • Kabupaten Pidie: Masjid Padang Tiji, Masjid Al-Falah Sigli, SPBU Pulo Pisang, Masjid Taqwa Lampoih Saka, SPBU Beureunuen, dan Masjid Blang Malu.
  • Pidie Jaya: SPBU Ulee Gle.
  • Aceh Utara: Masjid Haji Hanafiah Landeng dan Masjid Lhok Sukon.

Magnet Tradisi Meugang di Idulfitri 1447 H

Budayawan dari Universitas Syiah Kuala (USK), M. Adli Abdullah, mengungkapkan bahwa ledakan arus mudik Lebaran 2026 ini berkaitan erat dengan tradisi Hari Meugang. Tradisi konsumsi lauk daging ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/3) dan Jumat (20/3), sehari sebelum Idulfitri 1447 H.

Meugang merupakan momen kebahagiaan dan saling berbagi yang sudah berlangsung sejak sekitar abad ke-13 Masehi. Bagi masyarakat Aceh, pulang ke kampung halaman untuk menikmati daging Meugang adalah sebuah keharusan kultural.

"Tradisi Aceh mengajarkan bahwa satu kilo daging saat Meugang lebih bermakna daripada seekor kerbau di hari lain. Makan sesuap nasi berlauk daging masakan ibu di hari Meugang lebih berarti dari makan sekilo daging di perantauan. Ini adalah wujud bakti anak kepada orang tua dan simbol kepedulian sosial antara si kaya dan si miskin," jelas Adli Abdullah.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas masih terpantau padat merayap. Para pemudik diimbau untuk tetap waspada, terutama saat berkendara di malam hari dan ketika melintasi jalur yang bercampur dengan kendaraan besar. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik