Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Dampak One Way Tol Cipali, Jalur Pantura Subang Padat Malam Ini

Reza Sunarya
17/3/2026 20:30
Dampak One Way Tol Cipali, Jalur Pantura Subang Padat Malam Ini
Bus pemudik melaju di Tol Cipali.(Dok. MI)

MEMASUKI H-4 Lebaran 2026, arus kendaraan di Jalur Pantai Utara (Pantura) Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terpantau cukup padat pada Selasa (17/3) malam. Peningkatan volume kendaraan ini merupakan dampak dari pemberlakuan sistem satu arah (one way) di jalur Tol Cikopo-Palimanan (tol Cipali) di momen mudik Lebaran 2026.

Pantauan di lapangan pada pukul 19.00 WIB menunjukkan kepadatan arus kendaraan di wilayah Pamanukan didominasi oleh pemudik sepeda motor, mobil pribadi, dan bus dari arah Jakarta menuju Cirebon. Banyak pemudik motor membawa barang bawaan dalam jumlah besar yang diikat di bagian belakang, sementara mobil pribadi terlihat membawa muatan di atas atap kendaraan.

Imbas One Way ke Jalur Arteri Pantura

Di sisi lain, arus lalu lintas dari arah Cirebon menuju Jakarta juga mengalami peningkatan signifikan. Kendaraan jenis bus dan truk berukuran besar mendominasi jalanan arteri akibat pengalihan arus dari jalur tol. Meski terjadi lonjakan volume, arus lalu lintas di Pamanukan masih terpantau padat lancar, dengan prediksi puncak arus akan terus meningkat hingga malam hari.

Saat ini, rekayasa one way masih diberlakukan oleh pihak kepolisian. Situasi di ruas Tol Cipali, khususnya di Kilometer 102 sekitar rest area wilayah Kalijati, Subang, terpantau ramai di kedua jalur, baik jalur normal maupun jalur one way yang diberlakukan dari KM 70 hingga KM 263.

Kesaksian Pemudik Tangerang-Bojonegoro

Rudi, seorang pemudik asal Tangerang yang menuju Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan bahwa titik kemacetan utama berada di Tol Dalam Kota Jakarta-Bekasi dan turunan Tol MBZ.

"Kami berangkat jam setengah empat sore, sekarang jam 7 malam baru sampai Subang. Kalau normal biasanya 10 jam, tapi sekarang tidak bisa prediksi. Tadi agak macet di turunan KM 48 MBZ sampai KM 62," kata Rudi.

Rudi mengaku langsung berangkat setelah menjemput anak dan istrinya pulang kerja. "Kebetulan hari ini hari terakhir kerja, jadi langsung meluncur. Tadi ambil jalur kiri karena tidak tahu ada one way di jalur kanan," tambahnya.

Puncak arus mudik 2026 diperkirakan akan terjadi pada 18-19 Maret seiring dimulainya masa libur nasional. Pastikan saldo e-toll mencukupi dan fisik dalam kondisi prima.

Pihak kepolisian telah menyiapkan skema rekayasa arus one way tol Cipali skala nasional jika rasio kendaraan sudah melebihi batas kapasitas jalan guna mengantisipasi kemacetan total di jalur utama mudik. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya