Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik penumpang angkutan umum dari luar daerah mulai terlihat memadati berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh sejak dua hari terakhir. Selasa (17/3), para perantau umumnya tiba dengan menggunakan jasa angkutan bus berbadan lebar (AKAP) dan minibus kelas menengah.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia di Terminal Bus Umum Tipe B Kota Sigli, Kabupaten Pidie, gelombang kedatangan pemudik dalam tradisi Woe U Gampong (Pulang Kampung) ini paling banyak terjadi pada dini hari hingga menjelang siang hari.
Para pemudik tersebut merupakan warga perantau asal Serambi Mekah yang selama ini mengadu nasib sebagai pedagang, karyawan swasta, hingga profesional di berbagai provinsi. Sebagian besar merantau di wilayah Sumatra seperti Medan, Padang, Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Lampung.
Selain dari Sumatra, arus mudik dari Pulau Jawa juga mulai mengalir deras, mencakup perantau dari Jakarta, Tangerang, Bandung, hingga Surabaya. Mereka melakukan perjalanan darat baik secara mandiri, berpasangan, maupun memboyong seluruh anggota keluarga.
Setibanya di terminal, para pemudik biasanya tidak beristirahat lama. Mereka langsung melanjutkan perjalanan ke desa kelahiran menggunakan jasa becak sewa atau ojek. Sebagian lainnya telah ditunggu oleh sanak famili yang menjemput dengan kendaraan pribadi atau sepeda motor.
Menariknya, tidak semua penumpang turun di Terminal Tipe B Sigli. Banyak pemudik yang memilih turun lebih awal di terminal tipe C atau pasar di sepanjang jalur Nasional Banda Aceh-Medan, seperti di Beureunuen, Caleue, dan Teupin Raya. Bagi mereka yang tujuannya melewati Sigli ke arah Banda Aceh, titik turun favorit meliputi pasar Grong-Grong dan Padang Tiji.
Geliat pemudik Woe U Gampoeng ini juga terlihat nyata di beberapa gerbang utama transportasi darat Aceh, di antaranya:
Di Terminal Kota Langsa, aktivitas terpantau padat pada tengah malam. Selain pemudik dari arah Medan, terminal ini juga dipenuhi pekerja swasta dan mahasiswa yang datang dari arah Banda Aceh.
Budayawan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, M. Adli Abdullah, menyebutkan bahwa warga Kabupaten Pidie merupakan salah satu populasi perantau terbesar asal Aceh yang tersebar di Nusantara hingga luar negeri.
"Dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, ada tradisi Woe U Gampoeng saat Lebaran tiba. Ini adalah momen sakral bagi para perantau," tutur Adli Abdullah.
Menurut Adli, tradisi ini biasanya terjadi dalam dua gelombang, yakni menjelang bulan suci Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mudik di Aceh memiliki nilai silaturahmi dan kepedulian sosial yang sangat tinggi.
Para perantau pulang dengan tujuan utama menjenguk orang tua, mengunjungi kerabat, serta berziarah ke makam keluarga dan guru. Namun, lebih dari itu, ada aspek ekonomi yang sangat membantu masyarakat di kampung halaman.
"Nilai religi dan sosial persaudaraannya sangat tinggi. Bukan saja berbagi keceriaan, tapi perantau juga membantu secara finansial, seperti menyedekahkan uang untuk membeli daging Meugang dan membantu kebutuhan hari raya keluarga yang ditinggalkan," pungkas Adli. (MR/E-4)
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Tidak berlebihanlah kalau mudik ke kampung halaman saat menjelang Lebaran, adalah napak tilas sang penebar cinta dan perjuangan pemburu rindu.
Begitu juga di jalur penyeberangan laut Daratan Aceh-Pulau Simeulue, penyeberangan Singkil-Pulau Banyak dan Banda Aceh-Sabang.
Peresmian 104 unit hunian tetap (huntap) menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh.
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, arus mudik lebaran 2026 di ruas Tol Balikpapan-Samarinda atau Tol Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih terpantau landai.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di jalur tol tetap aman selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pelindo Regional 4 Makassar mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 sejak H-15 hingga H-5. Data terbaru menunjukkan total 308.473 pemudik telah melakukan perjalanan melalui 20 cabang
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved