Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tren Kasus DBD di Garut Menurun di Awal 2026, Dua Pasien Dilaporkan Meninggal

Kristiadi
30/1/2026 15:46
Tren Kasus DBD di Garut Menurun di Awal 2026, Dua Pasien Dilaporkan Meninggal
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Yodi Sirojudin .(MI/Kristiadi)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatat adanya penurunan tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul adanya dua laporan kasus kematian.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Yodi Sirojudin, mengungkapkan bahwa sejak awal Januari 2026, tercatat sebanyak 72 orang dinyatakan positif DBD. Jumlah ini menurun drastis jika disandingkan dengan Januari 2025 yang mencapai 525 kasus.

"Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di daerahnya untuk sekarang ini sudah mulai bergerak melakukan berbagai langkah guna menekan munculnya jentik nyamuk. Karena, langkah yang dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M)," ujar Yodi, Jumat (30/1).

Kendala Penanganan Dini
Meski secara akumulatif menurun, Yodi menyayangkan adanya dua pasien yang meninggal dunia. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran kondisi pasien yang sudah cukup parah saat dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat dan tujuannya guna menekan kasus. Namun, awal bulan Januari dipengaruhi oleh intensitas hujan tinggi dan ada kemungkinan jentik nyamuk tumbuh dewasa tapi dengan ditemukannya 72 kasus langsung ditangani meski ada 2 orang meninggal dalam perawatan lantaran saat datang ke puskesmas tidak tertolong," tuturnya.

Pihak Dinkes bersama puskesmas, aparat desa, hingga tingkat RT/RW kini kian masif menggerakkan masyarakat untuk membersihkan lingkungan melalui edukasi, pemeriksaan jentik berkala, serta melakukan pengasapan (fogging) di lokasi yang tergolong endemik.

Edukasi Berbasis Keluarga di Tasikmalaya
Kewaspadaan terhadap ancaman nyamuk aedes aegypti juga dilakukan di wilayah tetangga, Kota Tasikmalaya. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat, terdapat 7 kasus positif pada awal Januari ini.

Menanggapi hal tersebut, Deden Danial Bunyamin dari Rumah Sakit (RS) Bantuan (Rumkitban) Galunggung Tasikmalaya menekankan pentingnya pencegahan berbasis keluarga. Salah satu langkah konkretnya adalah penyuluhan yang digelar oleh Kodim 0612 Tasikmalaya bagi prajurit dan keluarga besar TNI.

"Penyuluhan mendapat antusias, lantaran nyamuk DBD memiliki karakteristik aktif dapat menggigit pagi, sore, berkembang biak digenangan air bersih sering luput dari perhatian seperti bak mandi, barang bekas dan tempat minum burung serta jangan sepelekan demam lebih dari dua hari," pungkas Deden. (AD/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya