Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pengungsi Banjir Pekalongan Bertambah, Pemerintah Daerah Pastikan Kecukupan Logistik

Akhmad Safuan
20/1/2026 14:47
Pengungsi Banjir Pekalongan Bertambah, Pemerintah Daerah Pastikan Kecukupan Logistik
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

JUMLAH pengungsi akibat bencana banjir di Kabupaten dan Kota Pekalongan terus bertambah, keselamatan warga, ketersediaan logistik dan tempat pengungsian menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (20/1) hujan ringan-sedang masih mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah sejak siang, intensitas hujan yang cukup tinggi tersebut mengakibatkan banjir dengan ketinggian 20-130 centimeter merendam Kabupaten dan Kota Pekalongan belum surut.

Bahkan jumlah pengungsi mengalami peningkatan tersebar di puluhan lokasi di kedua daerah itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.

"Banjir belum menurun merendam sejumlah kecamatan, karena intensitas hujan masih tinggi dan rob mengakibatkan air tidak dapat dengan cepat mengalir ke laut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Seheryanto.

Dampak banjir yang belum surut ini, ungkap Budi Suheryanto, jumlah pengungsi terus meningkat karena rumah mereka belum dapat ditempati akibat terendam banjir 50-100 centimeter,  sehingga tim gabungan selain terus melakukan evakuasi korban banjir juga berupaya mengurangi dengan mengerahkan mesin pompa.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid secara terpisah mengatakan menghadapi banjir di daerah ini, berbagai upaya dilakukan dari mulai menutup tanggul yang jebol dan mengurangi genangan dengan mesin pompa, karena keselamatan warga, ketersediaan logistik dan kelayakan tempat pengungsian menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Selain melakukan evakuasi dan membawa wargavsakit ke untuk berobat, lanjut Achmad Afzan Arslan Djunaid, guna memenuhi kebutuhan logistik terutama para pengungsi dan warga terdampak yang tersebar di sejumlah titik lokasi dilakukan penyediaan logistik yang mencukupi kebutuhan.

"Saya sudah keluarkan surat keputusan darurat bencana, sekarang ini dilakukan proses penanganan bencana banjir dengan cepat," ujar Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Guna memenuhi kebutuhan logistik yang cukup besar, demikian Achmad Afzan Arslan Djunaid, maka Satuan Pelayanan Pemenuhan Giz (SPPG)i, unit dapur dan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) digester untuk dapat melayani kebutuhan logistik bagi warga terdampak. "Setelah penggeseran ini, masalah logistik tidak lagi sukur dan aman," imbuhnya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memastikan kesiapan dapur umum serta ketersediaan logistik bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. "Pemkab Pekalongan berkomitmen memberikan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat banjir ini," tambahnya.

Dalam memberikan layanan kebutuhan logistik terhadap ribuan pengungsi, menurut Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan telah membuka dapur umum di 12 titik pengungsian untuk memastikan para pengungsi mendapatkan makanan yang layak dan cukup, juga terus memantau kondisi di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

"Pemkab Pekalongan juga menyalurkan bantuan logistik lainnya serta mengerahkan petugas dari berbagai instansi untuk membantu proses evakuasi dan pelayanan pengungsi," katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya