Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN lebat lebat tiada henti mengguyur daerah di Pantura Jawa Tengah memicu banjir merendam 6 kecamatan di Kabupaten Kendal dengan ketinggian 20-60 centimeter, tidak hanya mengakibatkan kerusakan juga sempat menghalangi belasan perjalanan kereta api.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (16/1) banjir masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal sejak Kamis (15/1) malam, hal itu dipicu huhan lebat yang mengguyur sejak siang hingga mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan merendam ribuan rumah serta ruas jalan utama Pantura hingga jalur kereta api.
Banjir dengan ketinggian 20-60 centimeter tersebut, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal setidaknya merendam 6 kecamatan yakni Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan dan Kendal kota, meskipun sebagian kawasan sudah mulai surut.
"Saya sempat kaget ketika tiba-tiba banjir meninggi dan langsung masuk ke dalam rumah, meskipun hanya setinggi 20-30 centimeter," ujar Nonik,45, warga Kaliwungu, Kendal.
Hal serupa juga diungkapkan Doni,35, warga Kendal Kota bahwa ketika baru pulang dari Kota Semarang kaget ketika jalan sudah terendam banjir hingga 30-60 centimeter, mengakibatkan jajan macet dan kendaraan mogok. "Terpaksa saya menuntun kendaraan karena mogok hingga mencari tempat yang kering," imbuhnya.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan banjir terjadi di Kabupaten Kendal ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, akibatnya sejumlah sungai seperti Subdai Waridin meluap hingga merendam kawasan pemukiman warga di sekitarnya.
Meskipun tidak setinggi pada banjir tahun lalu, menurut Iwan Sulistyo, namun masih tingginya intensitas hujan yang terjadi dikhawatirkan banjir auan semakin meningkat, apalagi bersamaan berlangsungnya air laut pasang (rob) menjadikan air dari sejumlah sungai sulut mengalir ke laut hingga akhirnya meluap.
"Semoga tidak sampai ada tanggul jebol, bersama tim gabungan dan relawan kita lakukan kesiagaan untuk mengantisipasi adanya korban, jika banjir semakin tinggi langsung kita lakukan evakuasi," kata Iwan Sulistyo.
Sementara itu dampak banjir merendam 6 kecamatan di Kendal, juga mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta api dari Semarang ke arah Jakarta ataupun sebaliknya sempat terganggu, karena luapan air yang terjadi di jembatan KA nomor BH 111 KM 20+7/8 petak jalan Kaliwungu-Kalibodri, Kabupaten Kendal pada Kamis (15/1) malam.
"Akibat luapan air tersebut terdapat genangan sehingga menyebabkan jalur rel tidak dapat dilalui kereta api dan petugas bergerak cepat untuk melakukan upaya lnormalisasi jalur hulu dan hilir di lokasi tersebut," kata Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Luqman Arif.
Selain berupaya secepatnya melakukan penanganan dan menormalisasi jalur kereta api, ungkap Luqman Arif, PT KAI tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada pelanggan, sehingga penumpang KA yang terdampak telah diberikan Service Recovery (SR) sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan ini," tambahnya.
Dampak kondisi ini, menurut Luqman Arif, sejumlah perjalanan kereta api terganggu yakni KA Hulu meliputi KA Kertajaya posisi Stasiun Kalibodri - lambat 132 menit, KA Joglosemarkerto posisi Stasiun Weleri - lambat 123 menit, KA Argo Sindoro posisi Stasiun Kalibodri - lambat 90 menit dan KA Angkutan Barang posisi Stasiun Plabuan - lambat 86 menit.
Selain itu, lanjut Luqman Arif, juga KA Kaligung posisi Stasiun Weleri - lambat 52 menit, KA Kaligung posisi Stasiun Kaliwungu - lambat 105 menit, KA Angkutan Barang posisi Stasiun Ujungnegoro - lambat 61 menit,vKA Majapahit posisi Stasiun Pekalongan - lambat 57 menit dan KA Ceremai Ekspres posisi Stasiun Pemalang - lambat 48 menit
Sedangkan perjalanan KA Hilir juga terganggu, demikian Luqman Arif, yaitu KA Harina posisi Stasiun Semarang Poncol - lambat 85 menit, KA Kalingga Cargo posisi Stasiun Semarang Tawang - lambat 115 menit, KA Pandalungan posisi Stasiun Tegowanu - lambat 8 menit, KA Brawijaya posisi Stasiun Alastua - lambat 14 menit dan KA Sembrani posisi Stasiun Sedadi - lambat 6 menit. (H-2)
DINAS Kesehatan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, siaga menghadapi serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) pascabanjir melanda wilayah tersebut pekan lalu.
BENCANA tanah longsor dan banjir melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menewaskan satu orang, empat orang luka-luka dan berdampak pada sebanyak 2.366 jiwa. Sementara itu, 434 jiwa lainnya terpaksa mengungsi.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved