Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

1.411 Jiwa Mengungsi di Pekalongan, Banjir semakin Meluas

Akhmad Safuan
19/1/2026 21:08
1.411 Jiwa Mengungsi di Pekalongan, Banjir semakin Meluas
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BANJIR merendam ribuan rumah warga di 5 kecamatan di Kabupaten Pekalongan dengan ketinggian 30-130 sentimeter, rljumlah pengungsi bertambah dan kini mencapai 1.411 jiwa (504 keluarga), evakuasi masih terus dilakukan karena banjir semakin meninggi dan meluas.

Pemantauan Media Indonesia Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto dengan ketinggian 30-130 centimeter, akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya sejumlah sungai di daerah itu.

Evakuasi terhadap warga masih terus dilakukan karena rumahnya yang terendam diatas 60 centimeter, meskipun hingga kini jumlah pengungsi mencapai 1.411 jiwa (504 keluarga) tersebar di sejumlah lokasi pengungsian yang disiapkan. "Masih dilakukan evakuasi terutama lansia, wanita dan anak-anak," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko.

PMI Kabupaten Pekalongan, ungkap Bambang Sujatmiko, bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan berbagai upaya penanganan darurat, mulai dari evakuasi, pendirian posko lapangan, pelayanan ambulans, pengelolaan dapur umum untuk relawan hingga penerimaan bantuan logistik.

Berdasarkan data dihimpun dari BPBD Pekalongan, ribuan warga mengungsi akibat banjir tersebut yakni  Pendopo Kecamatan Siwalan 43 jiwa, PT Lokatex 88 jiwa, Dukuh Grapyak, Desa Pait (Rumah H Tamiri)  61 jiwa, PT Dupantex – Masjid Al Huda 249 jiwa, SD Karangjompo 14 jiwa Gedung Serbaguna Desa Samborejo 130 jiwa dan Lapangan Futsal Tanjung 22 jiwa.

Selain itu pengungsian juga berada di Musala Al Ikhlas, Tanjung Gang 4 31 jiwa, Masjid Jami Darussalam, Samborejo 225 jiwa, Rumah Pak Mahmud (depan Lapangan Futsal Tanjung) : 10 jiwa, l SMP Negeri 3 Tirto 6 jiwa, Masjid Nurul Ikhsan, Pacar 363 jiwa, Musala Al Ikhwan, Pacar 21 jiwa, MWC NU Tirto, Desa Tanjung 58 jiwa, Masjid Jami Desa Tanjung 30 jiwa dan Musala Al Mubarokah RT 15, Samborejo 60 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Pekalongan Agus Pranoto mengatakan banjir terjadi di Kabupaten Pekalongan semakin meluas dan tinggi tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi dan sejumlah sungai meluap, sehingga jumlah pengungsi terus bertambah dan hingga kini telah mencapai 1.000 jiwa lebih.

Sementara itu Kepala Polres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf selain mengerahkan petugas untuk melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir, kepolisian juga membuka posko pelayanan kesehatan gratis kepada warga dan ternyata banyak warga terserang penyakit akibat banjir.

"Rata-rata warga mulai mengeluhkan pusing, pegal-pegal dan gangguan kesehatan ringan lainnya akibat kondisi lingkungan yang lembab," ujar Rachmad C Yusuf,

Tim medis Polres Pekalongan, menurut Rachmad C Yusuf, tidak hanya memberikan obat, tetapi juga aktif memberikan edukasi kesehatan mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan diri dan waspada terhadap penyakit khas pasca banjir seperti gatal-gatal, diare, maupun penyakit yang dibawa oleh vektor seperti nyamuk dan tikus. (H-2)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya