Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemprov Jabar Bergerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Karawang dan Bekasi

Naviandri
20/1/2026 15:00
Pemprov Jabar Bergerak Cepat Tangani Banjir di Kabupaten Karawang dan Bekasi
Banjir Karawang(ANTARA)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) telah melakukan sejumlah upaya darurat hingga penanganan lanjutan, mulai dari evakuasi warga, penyaluran logistik, hingga normalisasi sungai. Ini dilakukan untuk menangani bencana banjir yang terjdi di wilayah Kabupaten Karawng dan Bekasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman kemarin menyatakan, sejak awal banjir terjadi, pemprov langsung turun ke lapangan bersama BPBD provinsi serta BPBD Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi. Apalagi khusus di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak. Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir merendam 16 kecamatan dan 33 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 4.622 kepala keluarga. 

“Saya pastikan, petugas BPBD telah disiagakan di lokasi terdampak. Di Kabupaten Karawang, BPBD Provinsi Jabar menugaskan lima personel untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat. Sementara di Kabupaten Bekasi, delapan personel BPBD Provinsi Jabar diturunkan untuk memperkuat penanganan di lapangan,” jelasnya. 

Selain itu kata Herman, Pemprov Jabar juga membuka dapur umum di kedua daerah tersebut dan penyaluran bantuan logistik terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir. Dapur umum sudah dibuka, kemudian logistik sembako juga sudah dikirim. Di Karawang dan Bekasi masing-masing sudah 85 paket logistik, terdiri dari 50 paket yang lebih dulu dikirim dan tambahan 35 paket. “Tak hanya logistik, pemprov juga mengirimkan bantuan teknis berupa beronjong untuk penanganan tanggul dan aliran sungai. Sebanyak 50 beronjong dikirim ke Karawang dan 50 beronjong ke Bekasi,” tandasnya. 

Menurut Herman, saat ini pemerintah masih terus melakukan assessment kebutuhan di lapangan. Sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Sosial dan BPBD akan terus digerakkan untuk mendukung penanganan banjir. “Tentu yang paling utama bagi kami adalah keselamatan warga. Evakuasi dilakukan bersama BPBD, TNI dan Polri. Nomor satu warga harus selamat, baru kemudian penanganan lainnya menyusul,” tuturnya.

Terkait penanganan jangka menengah dan panjang, Herman memastikan normalisasi dan pelebaran sungai akan kembali dilanjutkan. Ia menyebut, sebelumnya sejumlah ruas sungai di Karawang dan Bekasi telah dinormalisasi, dilebarkan, serta dikeruk bagian yang dangkal. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya tuntas. 

“Setelah evakuasi warga, sesuai arahan gubernur, kami akan bergerak cepat melakukan normalisasi sungai-sungai yang masih menjadi kendala. Targetnya Bekasi bebas banjir, Karawang bebas banjir,” terangnya. 

Herman mengakui, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara instan. Namun, langkah antisipatif telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Bahkan, gubernur turun langsung memimpin normalisasi sungai di sejumlah titik, termasuk di wilayah Wadas, dengan melibatkan Dinas SDA, BBWS, serta pihak terkait lainnya.  Karena banjir masih terjadi, tentu normalisasi harus dilanjutkan kembali agar seluruh sungai di Karawang dan Bekasi bisa berfungsi optimal. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya