Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Ratusan Truk Sampah Antre di Pintu Gerbang Masuk TPA Suwung, Ada yang Menginap

Arnoldus Dhae
12/1/2026 13:05
Ratusan Truk Sampah Antre di Pintu Gerbang Masuk TPA Suwung, Ada yang Menginap
Antrean truk sampah menuju TPA Suwung.(MI/Arnoldus Dhae)

RATUSAN truk sampah antre panjang di pintu masuk ke TPA Suwung. Pantauan di lokasi menunjukkan, antrean panjang terlihat hampir 2 kilometer dari pintu gerbang masuk ke TPA Suwung.

Antrean panjang tersebut terjadi mulai dari pintu gerbang masuk ke TPA Suwung dan memanjang ke arah selatan hingga mendekati pintu masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali yang merupakan kawasan premium yang sangat ketat dan elite. 

Jumlah ini belum terhitung armada truk yang masih menunggu di seberang jalan sebelum berbalik arah dari arah berlawanan setelah berbelok dari Jalan By Pass Ngurah Rai. 

Bukan hanya itu, selain truk yang menghadap ke arah pintu gerbang masuk ke TPA Suwung, sudah ada ratusan truk yang masih penuh muatan sampah, harus berparkir dengan melintang. Bagian depan truk menghadap ke jalan. Ratusan truk ini harus menginap semalaman untuk mendapatkan giliran masuk ke TPA Suwung. 

Pemandangan ini mirip dengan terminal bus yang sedang menunggu penumpang. Kondisi ini menyebabkan bau busuk meneyruak hingga ke Kampus UID yang berlokasi di KEK Kura-Kura Bali dan juga menyajikan pemandangan yang tidak sedap bagi wisatawan baik lokal maupun asing yang melewati Pulau Serangan, Kura-Kura Bali dan seputaran Jalan By Pass Ngurah Rai menuju Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua. 

Suara Para Sopir

Seorang sopir bernama Yusak yang dikonfirmasi di lokasi, Senin (12/1) mengatakan, antrean panjang di sepanjang Jalan Pulau Serangan hingga menuju pintu masuk Kura-Kura Bali merupakan pemandangan biasa setiap hari. 

"Selama ini antre masuk ke TPA Suwung sudah biasa, memanjang ke arah selatan hingga mendekati pintu masuk Kura-Kura Bali. Namun, yang kami alami sejak kemarin siang adalah kami harus menunggu giliran hingga harus menginap sampai pagi ini di sepanjang jalan masuk ke TPA Suwung," ujarnya. 

Ia menyebut bahwa jumlahnya lebih dari 70 armada milik anggota Asosiasi Swakelola Sampah di Bali. 

Seorang sopir lainnya bernama Muchlis mengaku, puluhan truk sampah dilaporkan mengantre panjang hingga harus menginap semalaman di pintu masuk TPA Suwung baru terjadi beberapa hari terakhir ini. 

"Selama ini memang antri panjang seperti biasa tetapi tidak pernah menginap," ujarnya. 

Alkitab menginap di jalan dengan aroma yang tidak sedap, para sopir harus rela duduk di seberang jalan untuk menjauhi bau amis yang tidak sedap. Mereka juga mengaku kesulitan mencari makan dan minum karena warung makan juga jauh. 

"Khawatirnya, begitu kita keluar cari makan, lalu ada giliran masuk, kita dilewati, sehingga harus antre lebih lama lagi," ujarnya. 

Penyebab Antrean

Antrean terjadi akibat keterbatasan kapasitas bongkar muat sampah serta meningkatnya volume sampah yang masuk dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean truk sudah terjadi sejak sore hari. Hingga malam tiba, sejumlah sopir terpaksa bertahan di dalam kendaraan mereka sambil menunggu giliran masuk ke area TPA. Kondisi tersebut menyebabkan akses menuju TPA Suwung sempat tersendat dan menimbulkan keluhan dari para pengemudi. 

Peningkatan volume sampah disebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean. Selain itu, proses pengolahan dan penataan sampah di dalam TPA yang memerlukan waktu cukup lama turut memperlambat laju truk yang masuk.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada keterlambatan pengangkutan sampah di wilayah kota, terutama di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kapasitas TPA Suwung agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bali Made Rentin saat dikonfirmasi tidak merespons. Hingga saat ini jumlah truk sampah terus bertambah dan antrean panjang terus terjadi. (OL/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya