Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN badai disertai angin kencang melanda wilayah pantura Kabupaten Gresik dan sebagian Kabupaten Lamongan, Jatim, Kamis (8/1) petang.
Kencangnya hembusan angin dengan suara gemuruh bercampur hujan sangat deras membuat warga resah. Kondisi tersebut membuat sebagian berlindung ke rumah kerabat karena kuatir terdampak angin beliung.
"Saya takut sekali, kuatir rumah atapnya ambrol karena angin sangat kencang," ungkap Sawikto, 57,salah satu warga Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (8/1) malam.
Menurut dia, hujan sangat deras bercampur angin kencang melanda sekitar kampungnya sejak pukul 17.00 Wib hingga pukul 19.30 Wib. Hujan, sebenarnya tidak membuat warga kuatir namun, angin kencang yang mengiringgi hujan itu yang meresahkan.
Apalagi angin datang disertai suara gemuruh. Kencangnya terjangan angin, lanjut dia, sangat terasa di sekitar rumahnya yang berada dipinggiran sawah.
"Angin bertiup dari selatan. Suaranya, gemuruh seakan atap rumah mau runtuh. Saya bersama istri lari berlindung ke rumah kerabat dekat, " terangnya.
Hal itu disebabkan kerangka bangunan rumahnya sudah mulai lapuk. Selain itu, atap rumah yang sebagian dari material seng juga menibulkan suara yang menakutkan. Hal serupa, juga disampaikan Muslim in, 46, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Lamongan. Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang membuatnya was-was.
"Tapi, kalau dengan disertai angin kencang dan petir ya takut juga Mas," katanya.
Diakuinya, hujan deras yang menguyur sekitar kecamatannya berlangsung dalam dua hari terakhir. Namun, derasnya hujan pada hari sebelumnya tidak disertai petir dan angin kencang. "Baru sore ini hujan bercampur angin dan petir terjadi bersamaan," tambahnya.
Kondisi tersebut, membuatnya resah. Sebab, kuatir angin kencang itu memicu angin beliung yang mengancam bangunan rumah. Terlebih, kampungnya berada di kawasan pinggiran hutan yang berbatasan dengan Kecamatan Paciran kawasan pantura kabupaten setempat.
"Semoga tidak terjadi apa-apa. Kuatir kandang ternak anak saya roboh," ujarnya mengakhiri. (H-2)
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved