Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Hujan Badai Bercampur Petir Melanda Gresik dan Lamongan Akibat Cuaca Ekstrem

M Ahmad Yakub
10/1/2026 11:05
Hujan Badai Bercampur Petir Melanda Gresik dan Lamongan Akibat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi(ANTARA)

HUJAN badai disertai angin kencang melanda wilayah pantura Kabupaten Gresik dan sebagian Kabupaten Lamongan, Jatim, Kamis (8/1) petang. 

Kencangnya hembusan angin dengan suara gemuruh bercampur hujan sangat deras membuat warga resah. Kondisi tersebut membuat sebagian berlindung ke rumah kerabat karena kuatir terdampak angin beliung. 

"Saya takut sekali, kuatir rumah atapnya ambrol karena angin sangat kencang," ungkap Sawikto, 57,salah satu warga Pantenan, Kecamatan Panceng, Gresik, Kamis (8/1) malam. 

Menurut dia, hujan sangat deras bercampur angin kencang melanda sekitar kampungnya sejak pukul 17.00 Wib hingga pukul 19.30 Wib. Hujan, sebenarnya tidak membuat warga kuatir namun, angin kencang yang mengiringgi hujan itu yang meresahkan. 

Apalagi angin datang disertai suara gemuruh. Kencangnya terjangan angin, lanjut dia, sangat terasa di sekitar rumahnya yang berada dipinggiran sawah.

"Angin bertiup dari selatan. Suaranya, gemuruh seakan atap rumah mau runtuh. Saya bersama istri lari berlindung ke rumah kerabat dekat, " terangnya.

Hal itu disebabkan kerangka bangunan rumahnya sudah mulai lapuk. Selain itu, atap rumah yang sebagian dari material seng juga menibulkan suara yang menakutkan. Hal serupa, juga disampaikan Muslim in, 46, warga Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Lamongan. Menurut dia, hujan deras disertai angin kencang membuatnya was-was. 

"Tapi, kalau dengan disertai angin kencang dan petir ya takut juga Mas," katanya.

Diakuinya, hujan deras yang menguyur sekitar kecamatannya berlangsung dalam dua hari terakhir. Namun,  derasnya hujan pada hari sebelumnya tidak disertai petir dan angin kencang. "Baru sore ini hujan bercampur angin dan petir terjadi bersamaan," tambahnya.

Kondisi tersebut, membuatnya resah. Sebab, kuatir angin kencang itu memicu  angin beliung yang mengancam bangunan rumah. Terlebih, kampungnya berada di kawasan pinggiran hutan yang berbatasan dengan Kecamatan Paciran kawasan pantura kabupaten setempat. 

"Semoga tidak terjadi apa-apa. Kuatir kandang ternak anak saya roboh," ujarnya mengakhiri. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya