Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI cuaca ekstrem di Pantura, gelombang tinggi dan air laut pasang (rob) di perairan Jawa Tengah masih menjadi ancaman serius Kamis (8/1), warga diminta untuk waspada terhadap kondisi cuaca tersebut karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi.
Hujan ringan-sedang tidak merata masih berpeluang mengguyur daerah di Jawa Tengah pada siang, sore hingga awal malam, bahkan tiga daerah di Pantura Jawa Tengah yakni Pekalongan, Batang dan Kendal berpotensi cuaca ekstrem, sehingga diminta warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga berlangsung di seluruh perairan di Jawa Tengah Kamis (8/1) cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot, demikian juga air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter di perairan utara Jawa Tengah berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
"Waspada terhadap gelombang tinggi di seluruh kawasan perairan utara Jawa Tengah, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama hasil nelayan dan tongkang," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi Kamis (8/1).
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, lanjut Usman Effendi, pada pukul 21.00-02.00 WIB juga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati membuat terganggnya aktivitas dan istirahat warga.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan meskipun cuaca sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya, namun potensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di 3 daerah di Pantura Jawa Tengah tersebut tetap diwaspadai, apalagi ada tanggul jebol di Pekalongan dapat meningkatkan banjir.
Selain potensi cuaca ekstrem di 3 daerah itu, ungkap Arif, hujan dengan intensitas sedang juga berpeluang mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah Kamis (8/1) yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
"Selebihnya Ganta hujan ringan, angin berhembus dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Arif. (H-2)
CUACA ekstrem yang terjadi berhari-hari mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur di Kota Bogor. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur merata selama dua hari membuat jalan retak.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Monsun Asia hingga fenomena CENS diprediksi memicu hujan lebat disertai angin kencang yang berisiko menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Berdasarkan data kejadian pohon tumbang yang masuk Pusat Pengendalian Operator (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Bantul hingga pukul 13.45 WIB, tercatat 25 lokasi kejadian
Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah terutana saat kecepatan angin diatas 15 knot, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Prakiraan cuaca Jabodetabek 29 Januari 2026. BMKG peringatkan potensi hujan lebat di Bogor dan Depok sore ini. Waspada banjir kiriman.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah terutana saat kecepatan angin diatas 15 knot, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved