Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Curah Hujan Tinggi, Kota Tangerang Tetapkan Status Awas Banjir

Golda Eksa
20/2/2026 15:53
Curah Hujan Tinggi, Kota Tangerang Tetapkan Status Awas Banjir
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi menetapkan status "merah" atau "awas" menyusul meningkatnya ketinggian muka air di sejumlah sungai dan saluran irigasi. Langkah ini diambil sebagai respons atas cuaca ekstrem yang memicu luapan air di wilayah pemukiman dan jalan protokol.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa penetapan status ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini agar masyarakat lebih waspada.

”Kami telah melakukan pemantauan sekaligus memberikan peringatan dini kepada semua masyarakat untuk bersiaga menghadapi banjir di tengah curah hujan yang masih tinggi," ujar Taufik di Tangerang, Jumat (20/2).

Titik Luapan dan Mitigasi
Berdasarkan data Dinas PUPR, peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam. Beberapa titik dilaporkan sudah mengalami limpasan air, di antaranya:

  •     Jembatan Alamanda (Periuk)
  •     Taman Cibodas
  •     Puri Kartika (Ciledug)

Pemkot Tangerang berkomitmen melakukan pemantauan berkala guna memperkuat mitigasi risiko, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

”Kami berharap ketinggian muka air sungai dan saluran air ini berangsur surut seiring dengan berhentinya hujan sejak pagi ini. Namun, kami tetap mengimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi meningkatkan aksi mitigasi banjir dengan melakukan pemantauan melalui aplikasi Si Pantau secara berkala," tambah Taufik.

Delapan Kecamatan Terdampak
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa hujan deras disertai angin kencang sejak Kamis (19/2) malam telah mengakibatkan genangan dan insiden pohon tumbang. Debit air mulai meluap ke permukiman warga sejak pukul 03.00 WIB.

“Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 50 sentimeter, berdampak pada akses jalan umum, kawasan permukiman, hingga kawasan industri,” ungkap Mahdiar.

Tercatat ada delapan kecamatan yang terdampak, yakni:

  •     Jatiuwung
  •     Cibodas
  •     Cipondoh
  •     Periuk
  •     Ciledug
  •     Larangan
  •     Karang Tengah
  •     Benda

Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Pemadam Kebakaran, serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

“Langkah yang dilakukan meliputi monitoring lapangan, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum, pengerahan personel dan perahu evakuasi, bantuan mobilisasi warga, hingga evakuasi dan pemotongan pohon tumbang yang membahayakan,” pungkas Mahdiar. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya