Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang meluluhlantakkan wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada 26-27 November 2025, sudah berlalu satu bulan lebih. Sayangnya ratusan ribu para korban terdampak masih bertahan dalam lumpur tebal, kesulitan air bersih dan kelangkaan sanitasi.
Karena itu sedikitnya 200 dosen dan tenaga akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, pada Kamis (1/1) turun ke beberapa lokasi terparah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, guna menggelar meuseuraya atau gotong royong saling membantu sesama. Sasarannya adalah membersihkan masjid dan rumah warga yang penuh lumpur.
Setelah menempuh perjalanan mobil sekitar 3 jam dari kampus Darussalam Banda Aceh, sekitar pukul 09.40 WIB mereka tiba di kawasan bekas banjir Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Merah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Rombongan ratusan dosen, tenaga akademisi, dharma wanita, dan dibantu mahasiswa itu dipimpin oleh Rektor USK Profesor Marwan. Ketika di lokasi mereka terpisah dalam tiga kelompok gotong royong.
Tiga kelompok itu terbagi menuju Masjid Agung Teungku Syik Pante Geulima, Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Masjid Baitul Makhfirah Balang Awe, Meureudu dan satu kelompok lagi membersihkan Masjid Al-Unawwarah Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.
Rektor USK Prof Marwan melalui Media Indonesia menyampaikan, aksi meuseuraya atau membantu sesama itu adalah kepedulian dan empati kampus terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir. Itu juga merupakan bagian dari pengabdian USK kepada masyarakat, sekaligus wujud keprihatinan atas kondisi wilayah yang sudah 1 bulan lebih berstatus tanggap darurat bencana sampai 8 Januari 2026 itu.
“Kami hadir untuk membantu sesuai kemampuan yang ada. melakukan pembersihan masjid, penyediaan fasilitas air bersih dan penyaluran bantuan logistik. Ini merupakan ikhtiar kecil dari kampus, semoga dapat meringankan beban masyarakat terdampak," tutur Rektor Marwan.
Pihaknya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Pidie Jaya, khususnya Kecamatan Meurah Dua, atas sambutan dan penerimaan yang diberikan kepada rombongan USK. Hubungan USK dengan Pidie Jaya telah terjalin erat sejak peristiwa gempa bumi tahun 2016. Kala itu juga ada kehadiran USK untuk mendukung pengaktifan kembali layanan rumah sakit dalam masa tanggap darurat.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar kegiatan ini dapat terus berlanjut. Apapun kebutuhan yang masih diperlukan, termasuk upaya pengadaan genset, Insya Allah kami usahakan secara bertahap,” tambah Prof Marwan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Prof Mustanir mengatakan, selain membersihkan masjid, pihaknya juga turun membersihkan rumah dosen USK yang juga terdampak bencana banjir. Lalu ada pula sumbangan sajadah dan ambal salat untuk masjid di lokasi setempat.
Dikatakan Mustanir, sejak awal banjir bandang, USK telah menurunkan sekitar 2.000 relawan ke berbagai lokasi di Aceh. Para relawan itu antara lain adalah dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga medis lainnya.
Ada juga tenaga teknik, dosen disiplin ilmu pertanian, kehutanan, ahli penyaringan air bersih hingga para mahasiswa berbagai jurusan disiplin ilmu.
"Bahkan di hari-hari pekan pertama banjir, berkat kerja keras kelompok Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) berhasil menembus lokasi ekstrem. Mereka memiliki keahlian dan fasilitas khusus untuk menyeberang sungai hingga menembus hutan belantara," tutur Prof Mustanir.
Rangkaian kegiatan meuseuraya USK ini dimulai dari Kabupaten Pidie Jaya dan akan dilanjutkan di kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana.
Sementara itu, Camat Kecamatan Meurah Dua Iskandar Usman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan relawan hingga jajaran tenaga pendidik USK di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa seluruh 19 desa di Kecamatan Meurah Dua terdampak banjir, bahkan beberapa desa sempat terisolasi selama hampir dua pekan.
“Kehadiran USK merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Dengan adanya gotong royong hari ini, masjid menjadi bersih dan layak digunakan kembali. Kami berharap USK terus menjadi mitra serta penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat terkait kebutuhan yang masih mendesak,” ujarnya. (MR/E-4)
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil prestasi gemilang di panggung dunia.
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PEMULIHAN kembali kawasan terdampak banjir besar Sumatra menjadi momentum membangun Aceh lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved