Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem di 20 daerah di Pantura dan Jateng bagian selatan, gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah, diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.
Pada Minggu (28/12) pagi umumnya cerah berawan dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang kembali mengguyur di Jawa Tengah secara merata dengan waktu bervariasi, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 20 daerah di Pantura dan Jateng bagian selatan.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang, sehingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran teruraba saat kecepatan angin diatas 15 knot, selain itu air laut pasang (rob) pada dini hari berpotensi mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura.
"Warga beraktivitas di perairan utara Jawa Tengah seperti nelayan diminta waspada terhadap gelombang tinggi yang masih berlangsung," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi Minggu (28/12).
Selain itu air laut pasang (rob) dengan ketinggian maksimum 1 meter, lanjut Usman Effendi, masih berlangsung pada pukul 01.00-05.00 WIB, berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida mengatakan selain kondisi cuaca di perairan kurang baik, cuaca ekstrem masih berpotensi di 20 daerah di Jawa Tengah pada Minggu (28/12), sehingga diminta warga di daerah tersebut untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
"Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung di puluhan daerah di Jawa Tengah," ujar Risca Maulida.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Sragen, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Magelang, Salatiga dan Ambarawa.
Sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah, menurut Risca Maulida, diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.(H-2)
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Cek prakiraan cuaca Jakarta hari ini 19 Januari 2026. BMKG beri peringatan dini potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Akibat intensitas hujan yang masih tinggi dan belum teratasinya sejumlah tanggul sungai yang jebol serta luapan sungai, banjir di daerah ini kembali meninggi.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved