Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi dalam sistem Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026. Hal itu menyusul dikeluarkaannya peringatan dini cuaca ekstrem sepekan ke depan di Januari 2026.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, diketahui peningkatan status tersebut didasarkan pada prakiraan curah hujan yang sangat tinggi, berkisar antara 200 hingga 300 milimeter per dasarian.
"Status siaga tersebut merupakan peringatan dini tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi bersama," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.
Berikut adalah daftar wilayah di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori siaga merah banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya:
Menurut analisis BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara basah, serta aktivitas Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer Rossby Ekuator turut memperparah pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti membersihkan saluran air dan memantau kenaikan debit sungai secara berkala. BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan yang sangat lebat.
Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan logistik di titik-titik rawan bencana guna meminimalkan risiko dampak hidrometeorologi selama periode dasarian ketiga Januari ini. (Ant/H-3)
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Bibit Siklon Tropis 97S di barat daya Teluk Carpentaria, Australia, memicu cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB).
CUACA ekstrem masih berpotensi di 31 daerah Kamis, 22 Januari 2026, hingga dapat berdampak bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi hingga 4 meter disertai hujan di perairan Jawa Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan.
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Seluruh titik genangan di wilayah permukiman saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved