Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Potensi Cuaca Esktrem, Ini 8 Wilayah di Jawa Tengah yang Masuk Kategori Siaga Merah Banjir BMKG

Putri Rosmalia Octaviyani
22/1/2026 16:00
Potensi Cuaca Esktrem, Ini 8 Wilayah di Jawa Tengah yang Masuk Kategori Siaga Merah Banjir BMKG
Evakuasi korban banjir Pekalongan.(Dok. Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi dalam sistem Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026. Hal itu menyusul dikeluarkaannya peringatan dini cuaca ekstrem sepekan ke depan di Januari 2026. 

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, diketahui peningkatan status tersebut didasarkan pada prakiraan curah hujan yang sangat tinggi, berkisar antara 200 hingga 300 milimeter per dasarian.

"Status siaga tersebut merupakan peringatan dini tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) yang perlu diantisipasi bersama," kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

Daftar 8 Wilayah Siaga Merah Banjir

Berikut adalah daftar wilayah di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori siaga merah banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya:

  1. Kabupaten Tegal
  2. Kabupaten Pemalang
  3. Kabupaten Pekalongan
  4. Kabupaten Batang
  5. Kabupaten Demak
  6. Kabupaten Kudus
  7. Kabupaten Jepara
  8. Kota Pekalongan

Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut analisis BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara basah, serta aktivitas Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia. Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer Rossby Ekuator turut memperparah pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi mandiri, seperti membersihkan saluran air dan memantau kenaikan debit sungai secara berkala. BMKG memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat intensitas hujan yang sangat lebat.

Pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan logistik di titik-titik rawan bencana guna meminimalkan risiko dampak hidrometeorologi selama periode dasarian ketiga Januari ini. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya