Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH daerah berpotensi dilanda cuaca ekstrem di Jawa Tengah meningkat. Potensi cuaca ekstrem akan berlangsung di 34 daerah di kawasan pegunungan, dataran tinggi Jawa Tengah bagian barat hingga timur, serta Pesisir Selatan. Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diminta kewaspadaan tinggi ancaman bencana hidrometeorologi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jumat (17/1) kembali mengeluarkan peringatan dini ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Selain itu, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan petir juga disebut masih besar untuk terjadi.
Pada pagi pada umumnya berawan dan sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur berpeluang turun hujan ringan. Namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur di seluruh daerah di Jawa Tengah.
"Waspadai ancaman bencana hidrometeorologi baik di dataran rendah maupun tinggi, potensi cuaca ekstrem hampir merata di seluruh daerah di Jawa Tengah hari ini," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati Jumat (17/1).
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca Jumat (17/1) pukul 05.30 WIB, lanjut Farita Rachmawati, potensi cuaca ekstrem melanda sebagian besar daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Purwodadi dan Grobogan.
Selain itu potensi cuaca ekstrem, menurut Farita Rachmawati, juga berpotensi di Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Hanya daerah Klaten, Sukoharjo, Surakarta dan Semarang yang berpeluang diguyur hujan ringan-sedang," imbuhnya.
Angin bergerak dari barat laut ke timur dan selatan ke barat laut dengan kecepatan 3-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-2,5 meter serta di pesisir selatan berkisar 0,5-2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari mengatakan meskipun menurun dibandingkan sehari sebelumnya air laut pasang (rob) juga masih terjadi di perairan utara Jawa Tengah yang akan berlangsung pada pukul 21.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter sehingga kondisi ini berpotensi banjir rob di daerah pesisir Pantura Jawa Tengah.
Banjir rob yang diperkirakan datang pada dini hari tersebut, ungkap Lessy Andari, akan berdampak terganggunya aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam. "Sedangkan gelombang tinggi berisiko terhadap pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun penyeberangan antar pulau," katanya. (Z-9)
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
BERDASARKAN analisis dinamika atmosfer terbaru, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu, 11 Februari 2026, diprediksi mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan.
DINAMIKA atmosfer saat ini menunjukkan Siklon Tropis Mitchell yang berada di perairan barat Australia semakin bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sehingga dampaknya tidak lagi signifikan.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Meski secara umum cuaca terpantau stabil, BMKG menyebut potensi hujan ringan masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatra Utara pada Jumat, 6 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved