Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di 4 daerah di Jawa Tengah, Selasa (5/8). Warga diminta untuk waspada bencana hidrometeorologi, gelombang tinggi di perairan selatan juga kembali dengan ketinggian capai 4 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Berdasarkan Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, cuaca di Jawa Tengah Pada pagi cuaca umum cerah dan berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur sebagian daerah di Jawa Tengah. Sejumlah daerah di kawasan pegunungan dan dataran tinggi berpotensi menjadi ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah juga kembali naik dengan ketinggian 2,5-4 meter, sedangkan di perairan utara berkisar 0,5-1,25 meter dan air laut pasang (rob) berketinggian maksimum 0,9 meter pada pukul 05.00-08.00 WIB.
"Gelombang tinggi tersebut cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Doni Prastio, Selasa (5/8).
Sementara itu. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Arif N, pada Selasa (5/8), mengatakan kondisi cuaca di Jawa Tengah yang sehari sebelumnya hanya diguyur hujan ringan dan sedang, hari ini meningkat bahkan berpotensi ekstrem terutama di empat daerah yakni Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung.
"Akibat perubahan cuaca meningkat menjadi ekstrem tersebut, maka diminta warga di sejumlah daerah tersebut untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung," ungkap Arif.
Sedangkan di daerah lainnya di Jawa Tengah, menurut Arif, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang yakni Banyumas, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Blora, Kajen, Slawi dan Magelang, daerah lainnya cenderung berawan meskipun diantaranya diguyur hujan ringan tidak merata. "Peningkatan volume Sungai Klawing, Purbalingga menjadi salah satu bentuk hujan lebat di daerah hulu," imbuhnya.
Angin pada umumnya bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam, lanjut Arif, suhu udara berkisar 18-35 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 50-90 persen, sehingga menimbulkan kondisi udara yang kurang nyaman. (H-4)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca signifikan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat, 6 Maret 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Kamis, 5 Maret 2026.
BMKG memproyeksikan sifat musim kemarau 2026 secara umum akan bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5%) dan Normal di 245 ZOM (35,1%).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Rabu, 4 Maret 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan periode mudik Lebaran 2026 dan libur Idul Fitri 1447 H/2026 M masih dibayangi potensi hujan lebat di sejumlah wilayah.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi tumbuhnya Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved