Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMODITAS pasokan cabai merah di tingkat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan dan menyebabkan harganya mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut, disebabkan banyak lahan perkebunan cabai gagal panen setelah terserang hama patek di musim hujan dan kebutuhan semakin menipis.
Pedagang pasar Cikurubuk, Nanang, 52, mengatakan, harga cabai merah di pasar tradisional jelang natal dan tahun baru merangkak naik disebabkan musim hujan termasuk hasil produksi di tingkat petani menurun karena terserang hama patek. Namun, naiknya harga kebutuhan cabai merah di setiap pedagang terjadi beberapa hari lalu.
"Permintaan cabai cukup tinggi, pasokan yang dikirim tingkat petani terbatas dan sekarang ini pembeli cabai merah rata-rata paling banyak pemilik warung nasi hingga mereka mengeluhkan kenaikan tersebut. Para pembeli cabai bagi rumah tangga, mereka rata-rata membeli Rp 5 ribu," katanya, Minggu (14/12/2025).
Seorang petani cabai, Toto, 60, warga Cisayong mengatakan, kenaikan cabai di wilayahnya terjadi sejak beberapa pekan terakhir dan membuat para pembeli masih terbatas, mengingat harganya merangkak naik. Namun, pasokan cabai yang dikirim dari petani ke sejumlah pasar tradisonal masih terkendala karena hasil produksi petani menurun setelah banyak buah cabai busuk terserang hama patek, tungau dan ulat grayak.
"Untuk jenis cabai merah memang selama ini mengalami kenaikan cukup signifikan mulai dari cabai merah Rp 90 ribu perkg, cabai rawit merah Rp 65 ribu, cabai merah keriting Rp 85 ribu, cabai merah TW Rp 80 ribu, cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg. Kenaikan cabai merah tersebut, lantaran produksi menurun dan barang merangkak naik lantaran faktor cuaca tidak menentu terkadang hujan dari pagi hingga malam," katanya.
Atik, 55, warga Kecamatan Indihiang mengungkapkan, jelang natal dan tahun baru (Nataru) 2026 kebutuhan pokok merangkak naik terjadi pada bawang merah seharga Rp 45 ribu perkg, cabai merah Rp 90 ribu, gula pasir Rp 18 ribu, minyakkita Rp 18 ribu perliter, bawang putih Rp 40 ribu, minyak curah Rp 20 ribu perkg. Kenaikan tersebut, disebabkan dari pengaruh cuaca buruk dan banyak petani belum melakukan panen tapi untuk cabai terserang hama patek.
"Selain harga cabai merah, harga sayuran merangkak naik seperti kangkung semula Rp 2.500 ribu perikat menjadi Rp 3 ribu, terung Rp 8 ribu perkg, buncis Rp 7 ribu, wortel Rp 12 ribu, bunga kol Rp 10 ribu. Akan tetapi, untuk harga beras premium masih berada di angka Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu perkg," paparnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Cikurubuk, Deri Herlisana mengatakan, harga kebutuhan cabai merah di sejumlah kios pedagang pasar Cikurubuk maupun pasar lainnya di wilayah Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Banjar, Pangandaran harganya setiap hari merangkak naik. Akan tetapi, kenaikan cabai disebabkan karena banyak lahan terserang hama patek dan hasil produksi menurun.
"Untuk harga cabai merah domba sekarang paling tinggi sebesar Rp 90 ribu perkg, cabai rawit merah Rp 80 ribu, cabai cabai merah TW Rp 75 ribu, dan cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg serta bawang merah Rp 45 ribu, bawang putih Rp 40 ribu perkg, telur Rp 30 ribu perkg, telur ayam kampung Rp 2.500 perbutir. Namun, untuk pasokan cabai merah mulai berkurang mengingat masih banyak petani belum panen dan kedua banyak lahan cabai tidak terkendali atas serangan hama tersebut," pungkasnya. (H-2)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, mulai mengalami perubahan menjelang bulan suci Ramadhan.
HARGA cabai merah keriting di Bengkulu, Provinsi Bengkulu, turun menjadi Rp30 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir akibat pasokan mulai normal.
Harga cabai turun dari Rp80 ribu-Rp90 ribu per kg menjadi Rp60 ribu-Rp70 ribu, bawang merah anjlok dari Rp60 ribu-Ro65 ribu per kg kini Rp25 ribu-Rp30 ribu per kg.
Harga cabai meroket dan memicu keluhan pedagang maupun pembeli. Lonjakan ini mulai terasa sejak Rabu (17/12) dan terus berlanjut hingga Jumat (19/12).
Harga bawang merah kini tembus Rp42 ribu per kilogram, naik sekitar 40–50 persen, harga kacang panjang Rp21 ribu per kilogram, naik 75 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Harga komoditas cabai rawit merah semakin melonjak menyentuh angka Rp95.000 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp38.750 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved