Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Jelang Nataru, Harga Cabai Merah Domba di Tasikmalaya Naik Tembus Rp90 ribu per Kg

Kristiadi
14/12/2025 21:21
Jelang Nataru, Harga Cabai Merah Domba di Tasikmalaya Naik Tembus Rp90 ribu per Kg
Ilustrasi(MI/KRISTIADI)

KOMODITAS pasokan cabai merah di tingkat petani tidak mampu memenuhi kebutuhan dan menyebabkan harganya mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut, disebabkan banyak lahan perkebunan cabai gagal panen setelah terserang hama patek di musim hujan dan kebutuhan semakin menipis.

Pedagang pasar Cikurubuk, Nanang, 52, mengatakan, harga cabai merah di pasar tradisional jelang natal dan tahun baru merangkak naik disebabkan musim hujan termasuk hasil produksi di tingkat petani menurun karena terserang hama patek. Namun, naiknya harga kebutuhan cabai merah di setiap pedagang terjadi beberapa hari lalu.

"Permintaan cabai cukup tinggi, pasokan yang dikirim tingkat petani terbatas dan sekarang ini pembeli cabai merah rata-rata paling banyak pemilik warung nasi hingga mereka mengeluhkan kenaikan tersebut. Para pembeli cabai bagi rumah tangga, mereka rata-rata membeli Rp 5 ribu," katanya, Minggu (14/12/2025).

Seorang petani cabai, Toto, 60, warga Cisayong mengatakan, kenaikan cabai di wilayahnya terjadi sejak beberapa pekan terakhir dan membuat para pembeli masih terbatas, mengingat harganya merangkak naik. Namun, pasokan cabai yang dikirim dari petani ke sejumlah pasar tradisonal masih terkendala karena hasil produksi petani menurun setelah banyak buah cabai busuk terserang hama patek, tungau dan ulat grayak.

"Untuk jenis cabai merah memang selama ini mengalami kenaikan cukup signifikan mulai dari cabai merah Rp 90 ribu perkg, cabai rawit merah Rp 65 ribu, cabai merah keriting Rp 85 ribu, cabai merah TW Rp 80 ribu, cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg. Kenaikan cabai merah tersebut, lantaran produksi menurun dan barang merangkak naik lantaran faktor cuaca tidak menentu terkadang hujan dari pagi hingga malam," katanya.

Atik, 55, warga Kecamatan Indihiang mengungkapkan, jelang natal dan tahun baru (Nataru) 2026 kebutuhan pokok merangkak naik terjadi pada bawang merah seharga Rp 45 ribu perkg, cabai merah Rp 90 ribu, gula pasir Rp 18 ribu, minyakkita Rp 18 ribu perliter, bawang putih Rp 40 ribu, minyak curah Rp 20 ribu perkg. Kenaikan tersebut, disebabkan dari pengaruh cuaca buruk dan banyak petani belum melakukan panen tapi untuk cabai terserang hama patek.

"Selain harga cabai merah, harga sayuran merangkak naik seperti kangkung semula Rp 2.500 ribu perikat menjadi Rp 3 ribu, terung Rp 8 ribu perkg, buncis Rp 7 ribu, wortel Rp 12 ribu, bunga kol Rp 10 ribu. Akan tetapi, untuk harga beras premium masih berada di angka Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu perkg," paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Cikurubuk, Deri Herlisana mengatakan, harga kebutuhan cabai merah di sejumlah kios pedagang pasar Cikurubuk maupun pasar lainnya di wilayah Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Banjar, Pangandaran harganya setiap hari merangkak naik. Akan tetapi, kenaikan cabai disebabkan karena banyak lahan terserang hama patek dan hasil produksi menurun.

"Untuk harga cabai merah domba sekarang paling tinggi sebesar Rp 90 ribu perkg, cabai rawit merah Rp 80 ribu, cabai cabai merah TW Rp 75 ribu, dan cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg serta bawang merah Rp 45 ribu, bawang putih Rp 40 ribu perkg, telur Rp 30 ribu perkg, telur ayam kampung Rp 2.500 perbutir. Namun, untuk pasokan cabai merah mulai berkurang mengingat masih banyak petani belum panen dan kedua banyak lahan cabai tidak terkendali atas serangan hama tersebut," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya