Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jelang Nataru, Harga Cabai di Bengkulu Kembali Naik Jadi Rp90 Ribu per Kilogram

Marliansyah
14/12/2025 21:08
Jelang Nataru, Harga Cabai di Bengkulu Kembali Naik Jadi Rp90 Ribu per Kilogram
Ilustrasi(MI/Marliansyah)

HARGA komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, kembali naik menjadi Rp90 ribu per kilogram sejak tiga hari terakhir .

Harga komoditas cabai merah keriting  di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, kembali naik sebesar Rp10 ribu per kilogram dari Rp80 ribu menjadi  Rp90 ribu per kilogram.

Aani 46, pedagang cabai di pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengatakan, harga cabai mengalami kenaikan sebesar Rp10 ribu jika sebelumnya Rp80 ribu per kilogram.

"Sudah tiga hari  harga komoditas cabai naik lagi meskipun stok cabai normal" katanya.

Stok cabai, lanjut dia, normal tapi harga masih tinggi sehingga penjual sepi pembeli 

Selain itu, harga ayam potong dan telur ayam disejumlah pasar di Kota Bengkulu, naik menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru)  2026.

Harga ayam dan telur mengalami peningkatan yang naik cukup signifikan menjelang Nataru.

Joni, 51, pedagang ayam potong di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, di Bengkulu, mengatakan, harga Ayam terus mengalami kenaikan dari Rp34 ribu menjadi Rp40 ribu selama sepekan terakhir.

"Jika harga ayam naik, maka daya beli berkurang sehingga pedagang mengalami kerugian akibat sepi pembeli," imbuhnya.

Kenaikan harga, lanjut dia, akibat pasokan ayam yang berkurang dan adanya program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, harga  telur ayam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari sebelumnya Rp50 ribu per karpet yang berisi 30 butir mencapai Rp65 ribu.

Tono, 42,  pedagang telur di Pasar Minggu, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan menurunnya pasokan dari peternak.

"Kenaikan akibat pasokan yang berkurang juga permintaan telur meningkat karena adanya program MBG yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar," imbuhnya.

Sebagian pembeli, kata dia, mengaku keberatan dengan kenaikan harga tersebut namun tetap membeli tapi dalam jumlah sedikit karena kebutuhan. 

Pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar pasokan normal kembali dan harga bisa stabil. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik