Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Waspada, Hujan Badai Berpotensi di Daerah Pantura Jawa Tengah Sabtu, 22 November 2025

Akhmad Safuan
22/11/2025 10:30
Waspada, Hujan Badai Berpotensi di Daerah Pantura Jawa Tengah Sabtu, 22 November 2025
Gunung Slamet terlihat cerah Sabtu (22/11) pagi(MI/AKHMAD SAFUAN)

DAERAH di Pantura Jawa Tengah berpotensi terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir di akhir pekan, warga diminta untuk waspada bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir dan angin puting beliung.

Cuaca pagi Sabtu (22/11) pada umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur di Jawa Tengah secara merata dengan waktu bervariasi, bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah terutama di daerah sepanjang Pantura, sehingga diminta warga untuk mewaspada bencana hidrometeorologi.

Angin pada umumnya bertiup dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen, ketinggian gelombang di perairan utara 0,5-1,25 meter serta di perairan selatan Jawa Tengah 1,25-2,5 meter.

"Waspadai bencana hidrometeorologi terutama di daerah Pantura Jawa Tengah, sebagai dampak potensi cuaca ekstrem," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati Sabtu (22/11) pagi.

Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, tersebar merata di 24 daerah terutama di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura bagian barat hingga timur seperti Grobogan, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Bumiayu, Salatiga dan Ambarawa.

Selain itu daerah berpotensi cuaca ekstrem, lanjut Farita Rachmawati, yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Magelang dan Majenang. "Sedangkan daerah lainnya berpeluang diguyur hujan ringan-sedang," tambahnya.

Sementara itu Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Effendi meskipun tidak tinggi mengungkapkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah mulai naik dengan ketinggian 0,9 meter, demikian juga ketinggian gelombang mening dibanding sebelumnya.

"Waspadai ketinggian gelombang di Karimunjawa, Jepara Pati-Rembang mencapai 1,25-2,5 meter cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran," ujarnya. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik