Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bandung Tutup Special Olympic Southeast Asia Football Competition 2025 dengan Semangat Inklusivitas

Naviandri
15/11/2025 07:56
Bandung Tutup Special Olympic Southeast Asia Football Competition 2025 dengan Semangat Inklusivitas
Ilustrasi(Dok Diskominfo Bandung)

MENJADI tuan rumah Special Olympic Southeast Asia Football Competition 2025 adalah sebuah kehormatan bagi Kota Bandung sekaligus bentuk dukungan terhadap olahraga inklusif.

Ini dikatakan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada Closing Ceremony Special Olympic Southeast Asia Football Competition 2025 pada Jumat (14/11). 

“Kita dari Kota Bandung memberikan semangat. Menjadi tuan rumah adalah sebuah kehormatan bagi kami,” ungkapnya.

Farhan menyampaikan, kebahagiaan dan kebanggaan terbesar justru dirasakan oleh warga Kota Bandung."Kita (Persib Bandung) juara nasional, terus di Champion Asia Liga 2 mamprang. Jadi sepak bola itu harus kita buktikan sebagai olahraga untuk semua orang. Dan acara ini membuktikan hal itu,” tuturnya.

Disinggung mengenai kemungkinan penyelenggaraan event serupa di masa depan, Farhan menyatakan, keterbukaannya.

“Kami menantikan kapan pun kalau mereka mau bikin event di Kota Bandung. Tapi tentu kita harus memperbaiki beberapa kesiapan agar tahun depan bisa lebih bagus lagi kalau mau kembali ke sini,” jelasnya.

Farhan menilai, Kota Bandung bukan hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai persaudaraan. “Kota ini tidak hanya menjadi saksi perjuangan para atlet luar biasa, tetapi juga tempat tumbuhnya semangat solidaritas, inklusivitas, dan persaudaraan antar bangsa di Asia Tenggara,” tuturnya.

Farhan mengingatkan kembali, Bandung memiliki sejarah panjang sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sejak Konferensi Asia Afrika 1955, Bandung dikenal dengan Spirit of Bandung. 

"Hari ini semangat itu hidup kembali melalui lapangan hijau, ketika anak-anak muda dengan kemampuan berbeda menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah batas, tetapi kekuatan,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Special Olympics Asia Pacific, Dipak Natali memberikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan relawan yang terlibat.

“Setiap orang di sini berhak untuk didengar dan dilihat, karena penyandang disabilitas intelektual tidak selalu mendapatkan kesempatan itu. Ketika tim teknis mampu membuka kesempatan tersebut bagi kita semua, itu sungguh luar biasa,” terangnya 

Dipak juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Tim kesehatan telah dengan penuh dedikasi memeriksa begitu banyak atlet sepanjang pekan ini dan memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya