Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN mainan dan hiburan keluarga global Mattel bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN) merilis karakter Barbie dengan autisme dalam lini Barbie Fashionistas. Koleksi ini menjadi langkah nyata Mattel dalam menghadirkan representasi inklusif bagi anak-anak di seluruh dunia.
Boneka Barbie dengan karakter autisme ini dikembangkan melalui riset mendalam selama sekitar satu setengah tahun, dengan melibatkan komunitas autisme secara langsung. Kehadirannya tidak sekadar menambah variasi koleksi, tetapi juga menjadi “cermin” bagi anak-anak autis agar dapat melihat representasi diri yang positif dan menyenangkan.
“Sangat penting bagi anak muda dengan autisme untuk melihat gambaran diri mereka yang jujur dan membahagiakan, dan boneka ini mewujudkan hal tersebut,” ujar Direktur Eksekutif ASAN, Colin Killick, dikutip dari Today, Selasa (13/1).
Setiap elemen pada boneka Barbie ini dirancang secara khusus untuk merepresentasikan karakteristik individu dengan autisme, antara lain:
Boneka ini dilengkapi sendi tambahan pada siku dan pergelangan tangan, yang memungkinkan gerakan mengayun tangan, gerakan yang umum dilakukan saat individu autis merasa kewalahan. Arah mata dibuat sedikit melirik ke samping untuk menggambarkan kecenderungan menghindari kontak mata langsung.
Barbie ini hadir dengan headphone peredam bising berwarna merah muda, fidget spinner, serta tablet dengan simbol komunikasi visual, yang membantu merepresentasikan kebutuhan individu autis non-verbal.
Busana berupa gaun A-line longgar dirancang untuk mengakomodasi sensitivitas sensorik terhadap tekstur kain. Sementara itu, sepatu bersol datar membantu menjaga keseimbangan saat berdiri.
Mattel melalui lini Barbie Fashionistas secara konsisten menghadirkan karakter dengan berbagai kondisi, seperti diabetes tipe 1, gangguan penglihatan, hingga down syndrome. Tujuannya adalah melatih empati anak-anak sejak dini melalui permainan.
Bermain boneka membantu anak memahami bahwa setiap individu memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh penelitian Cardiff University yang menunjukkan bahwa permainan boneka secara aktif dapat merangsang area otak yang berperan dalam keterampilan sosial dan empati.
Manfaat tersebut penting bagi semua anak, termasuk anak dengan autisme, dalam mendukung perkembangan interaksi sosial mereka.
Langkah Mattel ini mengikuti jejak Sesame Street, yang pada 2018 memperkenalkan Julia, karakter muppet autis pertama mereka. Kini, boneka Barbie dengan karakter autisme telah tersedia di Mattel Shop dan berbagai toko ritel besar.
Hadirnya boneka ini menjadi simbol bahwa industri mainan dapat berperan besar dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berempati. (Today/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved