Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Bukan Sekadar Boneka! Barbie dengan Autisme Ini Ajarkan Empati sejak Dini

Nike Amelia Sari
13/1/2026 17:11
Bukan Sekadar Boneka! Barbie dengan Autisme Ini Ajarkan Empati sejak Dini
Karakter Barbie dengan autis yang sedang dimainkan anak.(Dok. shop.mattel.com)

PERUSAHAAN mainan dan hiburan keluarga global Mattel bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN) merilis karakter Barbie dengan autisme dalam lini Barbie Fashionistas. Koleksi ini menjadi langkah nyata Mattel dalam menghadirkan representasi inklusif bagi anak-anak di seluruh dunia.

Boneka Barbie dengan karakter autisme ini dikembangkan melalui riset mendalam selama sekitar satu setengah tahun, dengan melibatkan komunitas autisme secara langsung. Kehadirannya tidak sekadar menambah variasi koleksi, tetapi juga menjadi “cermin” bagi anak-anak autis agar dapat melihat representasi diri yang positif dan menyenangkan.

“Sangat penting bagi anak muda dengan autisme untuk melihat gambaran diri mereka yang jujur dan membahagiakan, dan boneka ini mewujudkan hal tersebut,” ujar Direktur Eksekutif ASAN, Colin Killick, dikutip dari Today, Selasa (13/1).

Detail Desain Barbie dengan Autisme yang Bermakna

Setiap elemen pada boneka Barbie ini dirancang secara khusus untuk merepresentasikan karakteristik individu dengan autisme, antara lain:

1. Fisik dan Gerakan

Boneka ini dilengkapi sendi tambahan pada siku dan pergelangan tangan, yang memungkinkan gerakan mengayun tangan, gerakan yang umum dilakukan saat individu autis merasa kewalahan. Arah mata dibuat sedikit melirik ke samping untuk menggambarkan kecenderungan menghindari kontak mata langsung.

2. Aksesori Pendukung

Barbie ini hadir dengan headphone peredam bising berwarna merah muda, fidget spinner, serta tablet dengan simbol komunikasi visual, yang membantu merepresentasikan kebutuhan individu autis non-verbal.

3. Pakaian yang Mengutamakan Kenyamanan

Busana berupa gaun A-line longgar dirancang untuk mengakomodasi sensitivitas sensorik terhadap tekstur kain. Sementara itu, sepatu bersol datar membantu menjaga keseimbangan saat berdiri.

Melatih Empati dan Keterampilan Sosial Anak

Mattel melalui lini Barbie Fashionistas secara konsisten menghadirkan karakter dengan berbagai kondisi, seperti diabetes tipe 1, gangguan penglihatan, hingga down syndrome. Tujuannya adalah melatih empati anak-anak sejak dini melalui permainan.

Bermain boneka membantu anak memahami bahwa setiap individu memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Hal ini diperkuat oleh penelitian Cardiff University yang menunjukkan bahwa permainan boneka secara aktif dapat merangsang area otak yang berperan dalam keterampilan sosial dan empati.

Manfaat tersebut penting bagi semua anak, termasuk anak dengan autisme, dalam mendukung perkembangan interaksi sosial mereka.

Langkah Inklusif yang Berkelanjutan

Langkah Mattel ini mengikuti jejak Sesame Street, yang pada 2018 memperkenalkan Julia, karakter muppet autis pertama mereka. Kini, boneka Barbie dengan karakter autisme telah tersedia di Mattel Shop dan berbagai toko ritel besar.

Hadirnya boneka ini menjadi simbol bahwa industri mainan dapat berperan besar dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berempati. (Today/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya