Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA adalah kegiatan fisik yang dilakukan secara teratur dan terencana untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kesehatan tubuh, serta melatih kemampuan motorik dan mental seseorang.
Olahraga melibatkan gerakan tubuh yang teratur dan terukur dengan tujuan menjaga serta meningkatkan fungsi organ tubuh seperti jantung, paru-paru, otot, dan tulang.
Kurang bergerak membuat tubuh membakar kalori lebih sedikit. Akibatnya, lemak menumpuk dan berat badan meningkat, terutama di area perut.
Olahraga membantu melancarkan aliran darah dan menjaga tekanan darah tetap normal. Tanpa aktivitas fisik, kadar kolesterol jahat naik dan kolesterol baik turun, meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kurang olahraga bisa menyebabkan stres, cemas, dan depresi. Aktivitas fisik membantu otak melepaskan hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati.
Tanpa latihan fisik, massa otot dan kepadatan tulang akan menurun. Ini bisa memicu osteoporosis dan membuat tubuh mudah lelah atau cedera.
Kurang aktivitas menyebabkan tubuh sulit mengatur kadar gula darah, sehingga meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Olahraga membantu memperkuat sistem imun. Jika jarang olahraga, tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti flu, batuk, atau infeksi ringan.
Terlalu sering duduk tanpa peregangan dapat menyebabkan punggung bungkuk, nyeri leher, dan keluhan tulang belakang seperti scoliosis ringan.
Kurang olahraga membuat tubuh tidak merasa lelah secara fisik, sehingga sulit tidur nyenyak atau mengalami insomnia.
Olahraga teratur seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau yoga minimal 30 menit sehari, 5 kali seminggu dapat menjaga berat badan ideal, memperkuat jantung dan otot, meningkatkan imun dan suasana hati. (Z-4)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved