Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Kementerian Perdagangan: Transformasi Toko Kelontong Perkuat Perekonomian Nasional

Ardi Teristi Hardi
12/2/2026 15:35
Kementerian Perdagangan: Transformasi Toko Kelontong Perkuat Perekonomian Nasional
Ilustrasi(MI/ARDI TERISTI)

PERAN usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya toko kelontong, dalam menggerakkan perekonomian tidak dapat  dipandang sebelah mata. Keberadaannya tidak hanya mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan pokok mereka, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi bagi pelaku UMKM.

Direktur Bina Usaha Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Septo Soepriyatno menyampaikan, toko kelontong memiliki peran sangat penting dalam menggerakan perekonomian di daerah. "Toko kelontong merupakan tulang punggung perekonomian, dengan kontribusi lebih dari 98 persen terhadap ekosistem ritel di Indonesia," terang dia dalam Pesta Retail 2026 di pelataran Candi Prambanan, Rabu (11/02) malam.

Keberadaan Sampoerna Retail Community (SRC), lanjut dia, telah membuat banyak toko kelontong naik kelas. Alhasil, ekosistem ritel menjadi semakin kuat, tumbuh, dan bertransformasi. “Toko kelontong bisa bersaing sekaligus beradaptasi dengan perubahan,” papar ria.

Pada pedagang kelontong yang tergabung dalam SRC juga strategis dalam menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok. SRC juga mampu bersinergi dengan BUMN seperti Bulog dan Telkom sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi rakyat. 

Pemerintah saat ini memperluas akses pasar ekspor melalui perjanjian dagang dengan Kanada dan Peru, sekaligus mendorong UMKM naik kelas melalui kegiatan business matching dan pitching. Sepanjang 2025, potensi transaksi tercatat hingga 135 juta dolar AS. Di sisi lain, gerakan Gaspol (Gerakan Kami Sepakai Lokal) terus digalakkan untuk memperkuat dominasi produk dalam negeri di pasar domestik, sekaligus membuka akses UMKM ke ritel modern dan pasar global.

Direktur HM Sampoerna Tbk, Elvira Lianita menegaskan, Pesta Retail 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada 7.000 toko SRC terpilih yang mewakili lebih dari 250.000 anggota di seluruh Indonesia. DI Yogyakarta memiliki lebih dari 4.000 toko anggota SRC yang terus bertumbuh dan bertransformasi.

Sejak 2008 hingga sekarang, lebih dari 250 ribu toko kelontong tergabung dalam jaringan SRC, didukung 6.300 mitra dan terhubung melalui sekitar 10.000 paguyuban di berbagai daerah. Ia menjelaskan, dengan pendampingan yang konsisten dan adaptif, kapasitas UMKM dapat meningkat. Rata-rata omzet anggota naik hingga 42 persen dan hampir 90 persen .

"Penguatan UMKM melalui SRC sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan misi Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas dan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi daya saing nasional," imbuh dia.

Dari Prambanan, pesan yang disuarakan Pesta Retail 2026 sangat jelas, yaitu masa depan ekonomi Indonesia bertumpu pada UMKM yang tangguh, adaptif, dan terhubung dalam kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X menyampaikan, UMKM bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan fondasi kehidupan masyarakat. Toko kelontong dan warung adalah simpul distribusi kebutuhan harian, penopang konsumsi rumah tangga, sekaligus pencipta lapangan kerja di tingkat kampung dan desa.

“Usaha rakyat terbukti paling tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, penguatan UMKM harus menjadi strategi utama,” kata Sri Sultan.

Namun, perubahan lanskap usaha menuntut transformasi karena persaingan yang semakin ketat, perubahan perilaku konsumen, dan pesatnya perkembangan teknologi.

Alhasil, usaha tradisional harus beradaptasi dengan digitalisasi, melakukan pencatatan keuangan yang tertib, pengelolaan stok berbasis data, pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai, hingga integrasi dengan rantai pasok modern.

Sri Sultan menyebut, kehadiran SRC sangat relevan dengan transformasi tersebut. Program pendampingan manajemen usaha, pelatihan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jejaring antar-retail telah membantu ribuan toko kelontong beradaptasi dengan perubahan zaman. 

Di sisi lain, Pemerintah Daerah DIY terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan inklusif, pelatihan kewirausahaan, serta peningkatan literasi digital. Sri Sultan pun mengingatkan, momentum 18 tahun SRC harus menjadi titik akselerasi menuju ekonomi rakyat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya